Home / Berita / Semen Tonasa Fokus Eksportasi pada Pasar Eksisting untuk Menjaga Momentum Pertumbuhan.

Semen Tonasa Fokus Eksportasi pada Pasar Eksisting untuk Menjaga Momentum Pertumbuhan.

Produsen semen asal Sulawesi Selatan, PT Semen Tonasa masih memfokuskan eksportasi pada pasar eksisting untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Langkah itu merujuk pula pada potensi dan ceruk pasar yang belum tergarap optimal.

Presiden Direktur Semen Tonasa Subhan mengemukakan pihaknya belum melakukan diversifikasi pasar ekspor pada tahun ini karena ingin berfokus pada pasar yang sudah ada.

Alasan selanjutnya karena mempertimbangkan daya saing produk perseroan di tataran regional.

Menurutnya, tren permintaan semen dan klinker pada negara sasaran ekspor perseroan berada pada grafik yang meningkat. Hal ini relatif terjaga sebagai alternatif mengatasi oversupply semen domestik.

“Ekspor kami di awal 2019 ini perkembangannya masih baik, ekspor semen maupun klinker tumbuhnya 15% sampai 20%,” paparnya kapada Bisnis, Selasa (5/3/2019).

Adapun pasar ekspor dari anak usaha PT Semen Indonesia Tbk. ini meliputi sejumlah negara di regional Asean seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Timor Leste sampai Australia.

Kemudian beberapa negara Asia lainnya yang menjadi sasaran ekportasi semen dan klinker produksi Semen Tonasa, seperti Tiongkok, Bangladesh serta sejumlah lainnya meski dalam volume yang tidak terlalu signifikan.

Secara keseluruhan hingga akhir 2019 ini, Subhan memperoyeksikan ada potensi pertumbuhan ekspor hingga 15%. Terlebih jika melihat tren permintaan pasar Asean terutama pada negara berkembang yang juga tengah memacu pembangunan infrastrukturnya.

Dari sisi kuantitas, estimasi volume ekspor Semen Tonasa untuk 2019 ditargetkan bisa menyentuh 1,5 juta ton. Ekuivalen dengan proyeksi pertumbuhan 15% sehingga menjadi instrumen jitu dalam menyiasati kondisi perlambatan konsumsi semen domestik.

Sebagai informasi, target produksi Semen Tonasa pada tahun ini sebanyak 7 juta ton untuk kondisi maksimal. Semen itu dihasilkan dari empat unit pabrik aktif yakni Tonasa II dan Tonasa III dengan kapasitas masing-masing 590.000 ton.

Kemudian, pabrik Tonasa IV berkapasitas 2,3 juta ton serta Tonasa V yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 2,5 juta ton.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengatakan pada tahun ini ekspor semen dan klinker ditargetkan menembus 7 juta ton, naik dari realisasi ekspor tahun lalu sejumlah 5,7 juta ton. Adapun, pada 2017, ekspor semen RI mencapai 2,9 juta ton.

“Tahun ini kelebihan pasokan kami perkirakan masih akan terjadi, apalagi dengan adanya pabrik baru di Sulawesi Utara yang kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 2 juta ton. Dengan demikian, ekspor menjadi solusi bagi kami untuk meningkatkan konsumsi semen,” katanya.

Dia memperkirakan, pada tahun ini produksi semen nasional mencapai 110 juta ton. Padahal, proyeksi permintaan dari dalam negeri hanya 75 juta ton.

Lebih lanjut, Widodo menegaskan, peningkatan ekspor semen sangat dibutuhkan di tengah masih melempemnya pertumbuhan konsumsi di dalam negeri. Sepanjang tahun lalu, serapan semen di pasar domestik hanya tumbuh 4,9% menjadi 69,51 juta ton.

Permintaan semen pun masih terkonsentrasi di kawasan Indonesia Barat seperi Sumatera dan Jawa, yaitu sebesar 74% dari total produksi semen nasional. Sisanya, permintaan tersebar di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Sumber Semen Tonasa, edit koranbumn

Check Also

Dirut Bintang Perbowo Berikan Materi kepada Karyawan MT HK 2019

Untuk menyambut segenap MT Hutama Karya, pada hari Selasa yang lalu, tepatnya 9 Juli 2019 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *