Home / Berita / Serap Gabah dan Beras Petani, Bulog Siapkan Anggaran Rp 10 Triliun Di 2019

Serap Gabah dan Beras Petani, Bulog Siapkan Anggaran Rp 10 Triliun Di 2019

Perum Bulog sudah menyiapkan anggaran besar untuk menyerap gabah dan beras petani pada tahun ini. Jumlah anggarannya mencapai Rp 10 triliun.

“Kita siapkan lah Rp 10 triliun (tahun ini) untuk penyerapan gabah maupun beras. Nanti kalau kurang nambah terus. Tapi kan duit ini muter kan enggak beli sekaligus, nanti kan ada yang (comercial),” ungkap Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar, kepada kumparan, Selasa (2/4).

Anggaran tersebut nantinya akan dikelola sesuai dengan peran Bulog. Pertama sebagai stabilisasi harga, penyediaan pasokan pangan dan lini bisnis (comercial). Kata Bachtiar, Sebagai operator penyediaan dan stabilisasi pangan Bulog tetap harus mencari lini bisnis sebagai keberlangsungan lembaga.

Selain itu, Bachtiar menambahkan salah satu tujuan lini bisnis Bulog yaitu membeli berassaat kondisi di atas Harga Pokok Penjualan (HPP). Sebab Bulog harus membeli sesuai harga tersebut yang nantinya akan dikelola lagi sebagai produk beras komersial.

“Nah makanya beras yang HPP enggak sampai yang harga mahal ya kita beli. Harga pasar untuk komersial namanya but to sell termasuk ada beras premium ada beras merah beras hitam kan bulog juga jualan,” terangnya.

Adapun saat ini Bulog saat ini telah mengerahkan seluruh Kantor Divisi Regional (Kadivre) untuk membeli gabah petani. Sebab, beberapa waktu lalu harga Gabah Kering Panen (GKP) anjlok di posisi Rp 2.500-Rp 3.000 per kg.

Adapun harga beli gabah sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, disebutkan untuk harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dalam negeri dengan kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa maksimum 10 persen adalah Rp 3.700 per kg di petani, atau Rp 3.750 per kg di penggilingan.

Namun, pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan untuk menambah HPP sebesar 10 persen untuk masing-masing kondisi gabah. Dengan demikian, HPP GKP saat ini menjadi Rp 4.070 per kg, HPP GKG menjadi Rp 5.115 per kg dan beras Rp 8.030 per kg.

“Bulog seoptimal mungkin (menyerap) semua kadivre itu kita perintahkan untuk melakukan penyerapan semuanya. Nah gabahnya Gabah Kering Panen (GKP) yang di sawah Rp 4.070 (per kg). Kalau Gabah Kering Giling (GKG) produksi yang langsung bisa giling itu Rp 5.000 (per kg) lebih,” katanya.

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

Mulai Oktober 2019, Penumpang Kereta Bandara Bisa Naik dari Manggarai

Stasiun Kereta Api Bandara di Manggarai, Jakarta sudah siap dioperasikan pada Oktober 2019. Dengan begitu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *