Home / Berita / Sinergi BUMN untuk Penyambungan Listrik Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu Di Wilayah Jawa Barat dan Banten

Sinergi BUMN untuk Penyambungan Listrik Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu Di Wilayah Jawa Barat dan Banten

Bertempat di Gedung Kementerian BUMN Jakarta telah dilakukan “Penandatanganan perjanjian kerjasama Sinergi BUMN Untuk penyambungan Listrik Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu Di Wilayah Jawa Barat & Banten” (selasa, 7/8).

Penandatangan dilakukan oleh Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI.

Hadir untuk menyaksikan penandatanganan tersebut Menteri BUMN Rini Sumarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan serta Diretur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebutkan bahwa sekitar 2,4 juta rumah tangga di seluruh Indonesia belum mampu melakukan penyambungan listrik baru.

Dia menuturkan, rumah tangga yang belum mampu tersebut akan diberikan subsidi untuk biaya penyambungan listrik. Dana subsidi itu akan dianggarkan dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

“Saya sudah minta, bicara ke Menteri BUMN [Rini M. Soemarno] dan Menteri Keuangan [Sri Mulyani Indrawati] untuk alokasi subsidi khusus mungkin Rp1 triliun—Rp1,5 triliun,” ujar Jonan dalam konferensi pers, Selasa (7/8).

Dia meyakini bahwa rumah tangga tersebut mampu membayar biaya listrik setiap bulan, tetapi tidak dapat menyiapkan dana penyambungan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Menurutnya, sebaran rumah tangga yang tidak mampu menyambung listrik itu merata di seluruh Indonesia.  Di DKI Jakarta, katanya, masih terdapat sekitar 30.000 rumah tangga yang tidak mampu menyambung listrik, di Jawa Timur sekitar 500.000 rumah tangga, dan di Jawa Tengah masih sekitar 300.000 rumah tangga.

Pemberian subsidi tersebut, katanya, bertujuan untuk mempercepat program peningkatan rasio elektrifikasi. Sampai saat ini, rasio elektrifikasi telah mencapai sekitar 96,6% dan ditargetkan mencapai 97,5% pada tahun ini.

“Sekitar 2 juta rumah lagi tahun depan [tersambung listrik] melalui usulan subsidi penuh. Kalau tidak, target pemerintah untuk elektrifikasi tidak tercapai,” katanya.

Sebelumnya, usulan memasukkan biaya penyambungan listrik baru untuk daya 450 VA dalam subsidi listrik APBN 2019 telah disampaikan dalam rapat dengan Komisi VII DPR pada Juli 2018.  Legislatif pun menyepakati usulan tersebut dimasukkan dalam pembahasan RAPBN 2019.

Sampai Oktober 2018, PLN bersama dengan 34 BUMN melalui program sambung listrik akan memberikan penyambungan listrik gratis pada 103.000 rumah tangga di Jawa Barat.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama Program Sinergi BUMN Sambung Listrik Gratis Bagi Rumah Tangga Tidak Mampu, antara PLN dengan 34 BUMN lain pada Selasa (7/8).

“Masih ada warga yang mengakses listrik, tetapi itu diambil dari rumah tetangga [levering]. Dengan bantuan sambungan listrik melalui Sinergi BUMN ini, warga sepenuhnya akan menikmati listrik resmi dari PLN,” kata Rini Soemarno.
Menurutnya, subsidi penyambungan listrik PLN itu akan membantu masyarakat dalam menopang kegiatan ekonomi rumah tangganya.

Melalui program sambung listrik ini, PLN memberi potongan harga sebesar 50% untuk biaya penyambungan listrik dan sisa biaya akan dibayarkan oleh sinergi BUMN yang turut terlibat. Target penyambungan listrik untuk 103.000 rumah tangga diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp56,9 miliar.

Hingga Maret 2019, pemerintah menargetkan penyambungan listrik melalui Program Sinergi BUMN dapat mencapai sekitar 360.000 rumah tangga di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Biayanya diperkirakan berasal dari PLN sekitar Rp160 miliar dan Rp180 miliar dari 34 BUMN lainnya.

Sebanyak 34 BUMN dimaksud, yakni Telkom, BRI, Pertamina, Bank Mandiri, BNI, Angkasa Pura II, Pelindo III, BTN, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya, PT PP, PGN, Waskita Karya, Pegadaian, PTPN III, Antam, dan Jasa Marga.

BUMN lainnya adalah Jasa Raharja, Taspen, Airnav, Askrindo, Jasindo, ASDP Indonesia, Perum Bulog, Jamkrindo, Biofarma, Semen Indonesia, Hutama Karya, Kereta Api Indonesia, Dahana, Perhutani, Pindad, Pos Indonesia, dan Jiwasraya.

Sumber SitusWeb Pos Indonesia , bisnis.com

Editor: Erik

 

Check Also

Apresiasi Pemberian Hadiah, Tingkatkan Penyerapan Petroganik di Sembilan Kabupaten

PT Petrokimia Gresik (PG), anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama dengan Mitra Petroganik di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *