Home / Berita / Sinergi Pelindo III dan PLN, Eksporasi Potensi Bisnis di Sektor Maritim dan Energi

Sinergi Pelindo III dan PLN, Eksporasi Potensi Bisnis di Sektor Maritim dan Energi

Dua BUMN Indonesia, Pelindo III dan PLN, duduk bersama menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk mengeksporasi potensi sinergi bisnis di sektor maritim dan energi. FGD yang digelar di sela Rapat Koordinasi BUMN di Surabaya, Jumat (29/3) tersebut, dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah. “Banyak hal yang bisa dikerjasamakan dalam mengurus bisnis di sektor maritim. Terutama terkait energi, seperti pengangkutan BBM dan tangki penyimpanannya di kawasan pelabuhan. Sinergi bertujuan utama untuk meningkatkan efisiensi suplai energi di Indonesia,” kata Edwin Hidayat saat membuka diskusi.

Ia melanjutkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, potensi kerja sama sektor pelabuhan dan kelistrikan sangat luas. Terutama pada sisi utilisasi kapal dan logistik bahan baku dan bahan bakar yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik. “Jangan terlalu risau dahulu untuk mencari keuntungan, tapi fokus pada bagaimana menjalankan bisnis dengan benar. Agar (dari sinergi bisnis) tercipta collective value demi kesinambungan bisnis. Itu yang akan diwariskan ke generasi berikutnya agar BUMN bisa lebih berperan dalam membangun negeri,” pesan Edwin Hidayat.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa ada banyak irisan bisnis yang sedang dijajaki untuk kerja sama. Di antaranya adalah kerja sama pemeliharaan alur pelabuhan. Pelindo III memiliki dua lini usaha yang sudah berpengalaman mengelola alur, yaitu Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang telah berhasil merevitaliasi alur Pelabuhan Tanjung Perak, dan Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) yaitu merawat alur Ambang Sungai Barito di Banjarmasin, yang menjadi akses menuju pelabuhan penting di Kalimantan Selatan.

“Sebelumnya Pelindo III juga sudah menjajaki kemungkinan untuk mengelola perawatan alur laut pelabuhan dan terminal yang dikelola Pertamina. Kini juga dengan PLN yang memiliki cukup banyak TUKS (Terminal untuk Keperluan Sendiri). Dengan memercayakan kepada BUMN kepelabuhanan, maka PLN dan Pertamina bisa lebih fokus mengelola core business-nya. Sehingga lebih efisien,” katanya.

Doso Agung melanjutkan, kini Pelindo III memiliki fasilitas shore connection atau fasilitas daya untuk kapal ketika sandar di pelabuhan. Fasilitas tersebut disambut baik oleh para perusahaan pelayaran, karena mampu menghemat bahan bakar. Semula kapal harus menggunakan bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesin ketika sandar. Dengan shore connection, bahan bakar minyak diganti dengan energi listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty menanggapi positif kerja sama di antara keduanya. Ia melihat PLN akan mampu menyuplai listrik untuk shore connection yang disediakan Pelindo III di pelabuhan. Dengan adanya suplai energi dari PLN, Pelindo III tidak perlu harus selalu membangun power plant sendiri di pelabuhan.

Value creation yang tercipta dari sinergi BUMN antara PLN dan Pelindo III salah satunya dengan adanya sharing expertise. Urusan terminal dipegang Pelindo III, sedangkan kelistrikan disuplai oleh PLN. Selain itu beberapa terminal (pelabuhan) PLN yang operasionalnya masih terbatas, dapat dioptimalkan utilisasinya oleh Pelindo III untuk menyokong kebutuhan logistik daerah tersebut, sehingga masyarakat daerah juga merasakan manfaatnya,” tutup Syofvi Felienty.

Sumber Pelindo III, edit koranbumn

Check Also

BTN Klaim Kinerja Memasuki Kuartal III/2019 Masih Solid

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengklaim kinerja perseroan tetap solid memasuki kuartal III/2019. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *