Home / Berita / Sinergi Pelindo III dengan PGN Mulai Proses Pembangunan Terminal LNG pada Juli 2019

Sinergi Pelindo III dengan PGN Mulai Proses Pembangunan Terminal LNG pada Juli 2019

PT Pelindo Energi Logistik (PEL) dan PT PGN LNG Indonesia (PLI) bakal memulai proses pembangunan Terminal LNG (liquified natural gas) fase pertama di Terminal Teluk Lamong (TTL) – Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada awal Juli mendatang.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung mengatakan pembangunan Terminal LNG tahap pertama ini bakal menelan investasi awal sekitar US$31 dan ditargetkan bisa beroperasi atau gas in pada Oktober 2019.

“Terminal LNG ini merupakan sinergi BUMN untuk menopang kebutuhan gas di Jawa Timur, karena bisa memasok hingga 30 MMSCFD kepada para pelanggan seperti industri, ritel dan kelistrikan,” katanya Rabu (26/6/2019).

Dia mengatakan rencana pengembangan Terminal LNG ini telah disepakati bersama dalam penandatanganan perjanjian tentang sinergi pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan fasilitas dengan disaksikan Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Doso menambahkan, fasilitas terminal LNG ini nantinya juga menjadi gerbang masuk distribusi gas PGN untuk pasar Jawa Timur mengingat lokasi Pelabuhan Tanjung Perak yang sangat strategis.

“Pasokan LNG akan semakin lancar sehingga biaya logistik dapat ditekan. Selain itu, juga akan terjadi peningkatan daya saing industri karena ada kepastian pasokan,” imbuhnya.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso menjelaskan pengembangan Terminal LNG di TTL tersebut akan melalui 3 fase. Pada fase pertama pembangunan akan fokus pada fasilitas regasifikasi di kawasan lepas pantai dan menggunakan storage sementara, dengan utilisasi kapal LNG ukuran sedang yang sesuai ukuran jetty (dermaga) eksisting di Terminal Teluk Lamong.

“Perpipaan dari jetty menuju onshore regasification unit akan sangat efisien karena bisa ditempatkan di atas pilecap conveyor yang sudah ada untuk melayani bongkar curah kering. Sedangkan luasan area yang disiapkan Pelindo III untuk fasilitas regasifikasi mencapai 2,5 ha, sehingga sangat memadai,” jelasnya.

Pada tahap kedua, pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil (Iso Tank 20 feet – 40 feet container) untuk distribusi LNG di luar sistem pipa PGN dan ship to truck LNG bunkering.

Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen dengan ukuran 50.000 cbm, sebagai pengganti floating storage untuk memenuhi kebutuhan suplai gas sistem pipa PGN di Jatim.

“Fasilitas ini dapat ditingkatkan sampai 180 MMSCFD sesuai kebutuhan dan aan beroperasi penuh pada 2023 bahkan bisa dikembangkan sampai 600 MMSCFD dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Sumber Bisnis,edit koranbumn

Check Also

MA Lantik Lima Calon Anggota BPK Periode 2019-2024

Mahkamah Agung (MA) akan melantik lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang sebelumnya telah menjalani serangkaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *