Home / Berita / Sinergi PG dengan TNI AD, Sosialisasi Pupuk Bersubsidi Kepada Babinsa di Bantul

Sinergi PG dengan TNI AD, Sosialisasi Pupuk Bersubsidi Kepada Babinsa di Bantul

Sebagai bentuk dukungan kepada TNI AD dalam program ketahanan pangan nasional, PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), memberikan penyuluhan dan pendampingan budidaya pertanian bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kabupaten Bantul,Yogyakarta, Selasa (9/4).

Komisaris PG Mahmud Nurwindu menyatakan bahwa, selain Babinsa, kegiatan ini juga dihadiri oleh penyuluh, petani, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) binaan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul. Kegiatan diisi dengan sosialisasi regulasi, teknis penyaluran, serta pengetahuan produk (product knowledge) pupuk bersubsidi.

“Kami membuka diskusi bersama petani, penyuluh, dan anggota Babinsa mengenai teknik pemupukan, serta berbagi cerita dan pengetahuan, atau sharing, terkait berbagai pengalaman mereka di lapangan,” ujar Nurwindu.

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menambahkan bahwa dalam kegiatan ini perusahaan menyampaikan tiga materi, yaitu terkait pemupukan berimbang dan budidaya pertanian (khusunya tanaman padi), pengetahuan tentang produk pupuk, serta materi tentang pupuk bersubsidi dan mekanisme penyalurannya.

“Kami terus mengampanyekan pemupukan berimbang kepada petani, yaitu teknik pemupukan yang memadukan pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik berfungsi sebagai pembehan tanah, dan pupuk anorganik untuk optimalisasi hasil pertanian,” ujar Meinu.

Adapun formulasi pemupukan berimbang yang direkomendasikan adalah 5:3:2, yaitu 500kg pupuk organik, 300kg pupuk NPK, dan 200kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar sawah. PG juga masih memiliki rekomendasi pemupukan berimbang untuk komoditas pertanian lainnya.

Lebih lanjut Meinu menyebutkan bahwa pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan akan mempermudah personil Babinsa dalam memberikan masukan dan saran kepada petani.

Sedangkan pemahaman terhadap pupuk bersubsidi dan mekanisme penyalurannya akan mengoptimalkan peran Babinsa dalam mengawal ketepatan penyaluran pupuk subsidi.

“Pentingnnya pemahaman tentang pupuk dan mekanisme pupuk bersubsidi, juga berkaitan dengan maraknya peredaran pupuk-pupuk yang mirip dengan produk PG, namun kualitasnya jauh di bawah kualitas PG. Produk-produk tersebut apabila diaplikasikan oleh petani tidak akan memberikan dampak sebaik produk PG, malah mengganggu produktivitas lahan dan tanaman,” ujar Meinu.

Lebih lanjut Nurwindu menambahkan bahwa kegitan ini merupakan salah satu bentuk transformasi bisnis yang saat ini sedang digalakkan oleh perusahaan. Dimana saat ini PG, melalui rangkaian produk dan jasanya dari hulu hingga hilir, ingin mewujudkan diri sebagai produsen pupuk untuk solusi bagi sektor agroindustri. Yaitu dimana PG tidak lagi sekedar menjual produk, melainkan memberikan solusi. Salah satunya dengan memberikan pengetahuan kepada personil Babinsa agar dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pangan.

“Petrokimia Gresik dan TNI AD memiliki sasaran yang sama, yaitu mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, kegiatan sharing knowledge pada hari ini merupakan bentuk sinergi, dimana PG dapat berbagi informasi tentang regulasi pupuk bersubsidi, pemupukan, dan budidaya,  sementara Babinsa dapat menyerap pengetahuan pemupukan sebagai bekal dalam membantu petani dan turut membantu pengawasan penyauran pupuk bersubsidi,”, tutup Nurwindu.

Sumber Petrokimia Gresik, edit koranbumn

Check Also

Presiden Jokowi Tetapkan Pengembangan Lima Destinasi Prioritas Bali Baru

Pemerintah sudah menetapkan 10 Bali Baru, yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *