Home / Berita / Sucofindo dapat Memeriksa dan Menilai Konstruksi Bangunan Gedung

Sucofindo dapat Memeriksa dan Menilai Konstruksi Bangunan Gedung

Indonesia rawan dengan bencana gempa bumi. Tiga lempeng utama dunia –lempeng Eurasia, Indo Australia dan Pasifik–  bertemu di wilayah Indonesia. Ratusan gunung api yang masih aktif  dan berpotensi meletus serta menyebabkan gempa vulkanik tersebar di sesar cincin api ini.

Sekitar 80 persen gempa bumi terbesar di dunia terjadi di kawasan cincin api Pasifik, sebut  situs  Live Science. Data tersebut diperkuat dengan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mencatat, dalam setahun, rata-rata 5.000 gempa mengguncang Indonesia.

Kerusakan akibat gempa bumi tidaklah sedikit. Kota Palu ibukota Sulawesi Tengah, misalnya, yang terguncang gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter pada Agustus 2018 lalu. Sejumlah bangunan hotel, mal, supermarket, dan ribuan rumah penduduk rusak.  Salah satu yang terparah  adalah  Hotel Roa Roa. Bangunan hotel bertingkat tujuh itu roboh. Kerugian total akibat kerusakan fisik bangunan diperkirakan mencapai Rp 15,58 triliun

Sebulan sebelumnya,  gempa bumi yang melanda Lombok Nusa Tenggara Barat mengakibatkan kerusakan fisik bangunan yang masssif. Kerugian dari kerusakan bangunan ini diperkirakan mencapai Rp 10,15 triliun. Belum termasuk kerugian ekonomi dan korban jiwa.

Pasca gempa, sangat penting  untuk memastikan kehandalan struktur kondisi gedung dan bangunan. Hal ini  untuk menjamin  kelangsungan operasi gedung dan menghindari kecelakaan.

  1. Penurunan Keandalan Bangunan

Meskipun banyak bangunan gedung bertingkat tetap terlihat kokoh berdiri, pasca diguncang gempa berkali-kali, tapi sebetulnya sudah terjadi penurunan keandalan pada gedung-gedung tersebut. Baik itu penurunan keandalan dari segi fisik bangunan, maupun kapasitas struktur dalam menerima beban.

Penurunan keandalan meliputi aspek mutu material bangunan yang terdiri dari beton dan baja,  sistem elektrikal, mekanikal dan plumbing.

Gempa juga memengaruhi kondisi elemen bangunan seperti kolom dan balok. Demikian pula terhadap lendutan pada balok atau slab yang mengakibatkan tulangan ekspose hingga tulangan dapat mudah berkarat.

Selain itu, guncangan gempa juga berpengaruh pada perubahan karakteristik pada tanah dan geometri bangunan, baik vertikal maupun horisontal.

Dengan demikian, pasca terjadinya gempa, para pemilik dan pengelola gedung bangunan mempertaruhkan aspek keselamatan, kenyamanan dan keamanan pengoperasian gedung apabila tidak secepatnya melakukan Building Audit and Assessment.

  • Building Audit dan Assessment

Building Audit and Assessment adalah pemeriksaan keandalan bangunan dengan cara mengidentifikasi resiko yang mungkin timbul dalam operasi bangunan serta analisis rekayasa dari sisa umur bangunan. Hal itu sangat penting dilakukan agar menjamin  kelangsungan operasi dan menghindari kecelakaan.

Keandalan bangunan seharusnya memenuhi empat faktor utama. Yakni: keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan kenyamanan. Faktor-faktor tersebut  tersebar di dalam beberapa bidang. Yaitu: Bidang Struktur, Sistem Mekanikal, Sistem Kelistrikan, dan Sistem Proteksi Kebakaran.

Sucofindo memiliki layanan Jasa Penilai Keandalan Jasa Teknis Bangunan atau Building Assessment. Layanan jasa yang menguji kehandalan bangunan pasca terjadinya gempa, dilakukan dengan serangkaian tes. Fokus dari pengujian ini adalah untuk menganalisis kehandalan dan kekuatan struktur bangunan, sesuai dengan kondisi saat dilakukan pemeriksaan.

Building assesment dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

  • Persiapan
  • Penelaahan dokumen inspeksi visual
  • Pengambilan data dan penguatan lapangan
  • Analisis struktur
  • Penyusunan laporan
  • Pemaparan hasil pekerjaan

Lingkup pengujian struktur bangunan yang dapat kami lakukan adalah:

  • Non Destructive Test (NDT) atau tes tanpa merusak. Yaitu dengan cara: Schmidt Hammer Test, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV), Ultrasonic Thickness Test (UT Thickness), dan Hardness Test padaH-Beam.
  • Semi   Destructive Test atau dengan merusak selimut beton. Yakni : Hardness Test pada Tulangan,Half Cell Potential, dan Carbonation Test.
  • Destructive Test atau dengan pengambilan sampel yang disebut  Core Drill beton atau Crushing Test
  • Redrawing Survey. Yakni pengukuran ulang struktur dan rebar scanning.
  • Soil test yang terdiri dari: sondir cone penetration, dan boring log soil investigation.
  • Vertically atau Levelling Survey
  • Inspeksi visual struktur bangunan
  • Verifikasi ukuran & dimensi struktur

Disamping pengujian struktur, kami juga dapat melakukan pengujian di bidang:

1. Mekanikal, seperti inspeksi sistem pengkondisian udara, sistem alat angkut, sistem plumbing

2. Elektrikal, seperti pengujian genset, transformator, jalur perkabelan

3. Sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif

  • Analisis Struktur Bangunan

Sedangkan untuk mengetahui kapasitas aktual bangunan, dilakukan analisis struktur bangunan yang menguikuti standar atau kode analisa struktur. Yakni:

    • Hasil analisis struktur dan pemeriksaan lapangan
    • Tata Cara Perencanaan Ketahanan  Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 1726 : 2012)
    • Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 1727 : 2013)
    • Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung (SNI 2847 : 2013)
    • Spesifikasi Untuk Bangunan Gedung Baja Struktural (SNI 1729 : 2015)
    • ACI 318-014 Building Code Requirement for Reinforcement Concrete with Design Application
    • Peraturan dan Ketentuan lain yang relevan.

 

  • Inspeksi Visual menggunakan Drone

Inspeksi untuk gedung bertingkat yang sulit terjangkau  dan memiliki risiko tinggi memerlukan strategi yang berbeda.

Sucofindo telah mengembangkan penggunaan unmanned aerial vehicle  ( UAV ) atau drone untuk menjangkau area gedung yang tinggi dan sulit terjangkau. Pengambilan gambar (imagery) seluruh bangunan secara visual dapat diekplorasi untuk mendapatkan  informai  yang lengkap dan komprehensif.  Hasil geotagging imagery dapat diolah menggunakan perangkat lunak untuk membuat peta 3D dan atau point cloud, yang dapat dianalisi lebih lanjut oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan mempunyai Kompetensi untuk menilai dan menganalisis kondisi bangunan saat ini.

Pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh SBU LSI yang didukung oleh tenaga ahli berpengalaman di beberapa lokasi, baik BUMN maupun perusahaan swasta di dalam negeri.

  1. Dasar Hukum Building Assessment

Jasa Penilai Keandalan Jasa Teknis Bangunan dilakukan berdasarkan pada peraturan sebagai berikut:

  1. UU No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
  2. SNI 1726:2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung
  3. SNI 2847:2013 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung
  4. SNI 03-1729-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung
  5. FEMA P-750 2009, National earthquake hazards reduction program (NEHRP)
  6. ASCE/SEI 7-10, Minimum design loads for buildings and other structures.
  7. Peta Zonasi Gempa Indonesia, Kementrian PU
  8. PerMen PU No.16/PRT/M/2010 tentang Pedoman Teknis Pemeriksaan Berkala Bangunan Gedung
  9. PerMen PU No.29/PRT/M/2006 tentang Persyaratan Teknis Keandalan Bangunan Gedung 3 D

Output yang dihasilkan dari jasa Building Audit dan Assessment adalah berupa gambar Redrawing,Rekomendasi, dan laporan Penilaian Bangunan. Output ini akan sangat bermanfaat bagi pemilik dan pengelola gedung pasca gempa bumi terjadi.

Jangan ragu untuk menghubungi Sucofindo untuk memeriksa dan menilai konstruksi bangunan gedung Anda pasca gempa melanda. Sucofindo menghadirkan pemastian dan menguji kehandalan struktur kondisi gedung dan bangunan. Pasca gempa, pastikan bangunan gedung dan konstruksi dalam kondisi aman.

Sumber Sucofindo, edit koranbumn

 

Check Also

Dirut Pelindo IV Hadiri Rapat Persiapan Holding BUMN Maritim

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) bersama Direktur Operasi & Komersial Pelindo IV, Riman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *