Home / Berita / Tarif Baru KA Galunggung dan Pangandaran Berlaku Mulai 1 Juli 2019

Tarif Baru KA Galunggung dan Pangandaran Berlaku Mulai 1 Juli 2019

PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) akan memberlakukan tarif baru untuk tiket Kereta Api Galunggung dan Kereta Api Pangandaran mulai 1 Juli 2019 mendatang.

Sejak diluncurkan pada 26 Desember 2018 dan 2 Januari 2019, Kereta Api Galunggung dan Kereta Api Pangandaran memberlakukan tarif promo yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat di wilayah Tasikmalaya, Banjar, dan sekitarnya untuk menggunakan moda transportasi kereta api.

Nantinya, mulai Juli 2019 akan menerapkan tarif komersial untuk Kereta Api Galunggung dan Kereta Api Pangandaran. Tarif Kereta Api Galunggung yang sebelumnya adalah Rp1.000 nantinya akan menjadi Rp35.000.

Kemudian Kereta Api Pangandaran untuk rute Gambir – Banjar yang sebelumnya Rp150.000 untuk kelas Eksekutif menjadi Rp250.000 dan Rp110.000 untuk kelas Premium menjadi Rp160.000.

Lalu untuk Kereta Api Pangandaran rute Bandung РBanjar, yang semula Rp1.000 menjadi Rp100.000 untuk kelas Eksekutif dan Rp50.000 untuk kelas Premium. Sedangkan untuk rute Gambir РBandung pp tetap mengikuti tarif KA Argo Parahyangan (Gambir РBandung pp).

Untuk mempermudah penumpang dalam melakukan pemesanan tiket ,maka untuk keberangkatan mulai 1 Juli dan seterusnya, tiket Kereta Api Galunggung dan Pangandaran dapat dipesan di Aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel penjualan tiket KAI lainnya.

Pemesanan perjalanan kedua kereta tersebut dapat dilakukan mulai Selasa, 18 Juni 2019. Hal ini tentunya ini lebih mudah serta praktis dibandingkan cara sebelumnya ketika calon penumpang kedua kereta itu harus mengantre di Loket Go Show stasiun keberangkatan dan tidak mendapatkan kepastian mendapatkan tiket kereta api yang diinginkan karena terbatasnya kapasitas kereta api.

“KAI menilai bahwa minat masyarakat di wilayah selatan Jawa Barat akan kehadiran KA Galunggung dan KA Pangandaran sudah semakin baik, terutama pada masa Angkutan Lebaran kemarin,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Edi menambahkan bahwa setelah 6 Bulan diberlakukannya masa promo, kebutuhan masyarakat akan kereta api di wilayah tersebut sudah meningkat sehingga dirasa tepat untuk menerapkan tarif non promosi.

“Karena memang pada dasarnya tarif promo itu bertujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan layanan KA Galunggung dan Pangandaran kepada masyarakat. Dengan okupansinya yang baik, kami menilai masyarakat sudah mengenal layanan kedua KA tersebut,” tutup Edi.

Sejak diluncurkan sampai dengan 13 Juni 2019, rata-rata okupansi per bulan Kereta Api Galunggung mencapai 58% sedangkan Kereta Api Pangandaran mencapai 131%. Adapun kapasitas dari Kereta Api Galunggung setiap perjalannya mencapai 636 tempat duduk dan Kereta Api Pangandaran mencapai 520 tempat duduk.

KAI berharap kehadiran kereta api ini selain dapat meningkatkan pariwisata di wilayah Jawa Barat bagian selatan, juga dapat memberikan kemudahan transportasi masyarakat yang akan menuju Bandung dan Jakarta dari wilayah Tasikmalaya, Banjar, dan Sekitarnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Hingga Kuartal III/2019, Total Pelanggan PLN Berjumlah 74,16 Juta

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus gencar menambah jumlah pelanggan. Hingga kuartal III 2019, jumlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *