Home / Berita / Telkom Berencana Mulai Bangun Data Center Kuartal IV/2019

Telkom Berencana Mulai Bangun Data Center Kuartal IV/2019

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. berencana menggunakan banyak kas internal untuk bisa memulai pembangunan pusat data baru di Jakarta pada kuartal akhir tahun ini.

Direktur keuangan Telkom (TLKM) Harry M. Zen mengatakan bahwa pendanaan untuk proyek pengembangan tahun ini, mayoritas akan menggunakan pendanaan internal, selain tentunya pendanaan perbankan. Namun, TLKM tidak berencana menerbitkan bond atau surat utang. Zen memproyeksikan pembangunan pusat data baru akan memakan waktu selama 2 tahun.

Dia menjelaskan bahwa sebelumnya pembangunan pusat data sudah dilakukan oleh TLKM sejak 2 tahun terakhir, tetapi dengan skala yang lebih kecil di sekitar 12 lokasi. Data center skala kecil itu bisa dimanfaatkan oleh penyedia jasa layanan internet.

“Nah yang ini dengan skala lebih besar. Bangunannya sekali jadi, tetapi untuk mengisinya bertahap. Kalau sudah penuh kapasitasnya, nanti kami bisa bangun tambahan,”jelasnya usai acara sosialiasi PSAK, akhir pekan lalu

Zen menyebut bahwa belanja modal tahun ini akan lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu senilai Rp33 triliun. Alokasi terbesar tentunya masih untuk penambahan jaringan di sektor bisnis mobile.

Menurutnya, TLKM tahun ini akan tetap berstrategi untuk mendorong 4 sektor bisnisnya dengan target mid to high single digit. Apalagi sepanjang kuartal I/2019, target itu berhasil direalisasikan dengan penjualan tumbuh sebesar 7,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, EBITDA 8,8% dan  net incometumbuh 8,4%.

Zen menyebut, kinerja TLKM sepanjang 3 bulan pertama berjalan tahun ini juga mengalami rebound dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Kondisi itu didorong oleh harga seluler yang membaik dibandingkan keseluruhan tahun lalu. Sektor seluluer mengalami pertumbuhan hingga 1,4%. Di sisi lain bisnis IndiHome juga tumbuh kencang sebesar 60%. Tingkat pertumbuhan yang dicapai IndiHome pada kuartal I/2019 bahkan serupa untuk sepanjang 2018.

Dia meyakini secara industrusi, sektor seluler akan lebih baik lantaran perang harga yang intens telah berlangsung tahun lalu selama masa registrasi karti sim, untuk mempertahankan pangsa pasar. “Ini sudah lewat, terjadi landscape baru. Beberapa analis memperkirakan seluler akan tumbuh  middle single digit,” imbuhnya.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Jasa Tirta I Partisipasi ICWRDEP 2019 di Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Bertempat di Auditorium Prof Ir Suryono, Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 12-13 Oktober 2019 dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *