Home / Berita / Tol Trans Sumatera Diyakini Dapat Menekan Defisit Perdagangan Indonesia.
Print

Tol Trans Sumatera Diyakini Dapat Menekan Defisit Perdagangan Indonesia.

Pemerintah tengah membangun Tol Trans Sumatera (TTS) sepanjang 2.700 kilometer yang menghubungkan Aceh hingga Lampung. Keberadaan jalan tol ini diyakini dapat menekan defisit perdagangan Indonesia.

Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, mengatakan jika Tol Trans Sumatera terwujud akan membuat jalur jalan itu menjadi bagian dari jaringan konektivitas Asian atau Asian Connectivity.

“Secara geografis, Sumatera itu paling dekat jadi pintu gerbang Indonesia untuk masuk ke Asia. Kalau Tol Trans Sumatera jadi, produk-produk ekspor unggulan Sumatera bisa mudah menembus Asia Tenggara, terus ke atas sampai ke China,” katanya dalam diskusi Kupas Tuntas Tol Trans Sumatera di Hotel Adi Mulia, Medan, Rabu (6/3).

China, lanjut Arif, merupakan mitra dagang utama bagi Indonesia. Namun sayangnya selama ini Indonesia masih mencatatkan defisit perdagangan dengan Negeri Panda tersebut.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, nilai perdagangan Indonesia-China sepanjang 2018 mencapai USD 72,6 miliar. Angka itu naik 23,5 persen dibandingkan 2017 yang sebesar USD 58,8 miliar.

Sayangnya, seiring kenaikan nilai perdagangan tersebut, Indonesia juga mencatatkan kenaikan defisit neraca perdagangan dengan China. Pada 2018 nilainya mencapai USD 18,4 miliar atau naik 45,15 persen dibandingkan 2017 yang senilai USD 12,7 miliar.

“Kalau ada Tol Trans Sumatera, didukung infrastruktur lain kayak pelabuhan, bandara, kawasan industri, produk Indonesia lebih mudah ke pasar ekspor. Di situ ada peluang untuk menekan defisit neraca perdagangan,” tambah Arif.

Apalagi menurut data KEIN, Sumatera merupakan kontributor terbesar sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia, seperti kelapa sawit, kopi, kakao, karet, batu bara, dan aluminium.

Arif yang juga politisi mengakui, gagasan membangun Tol Trans Sumatera sudah lama muncul. Karena memang keberadaannya strategis bagi perekonomian nasional. Tapi menurutnya, keberanian negara untuk mewujudkannya baru bisa dilakukan saat ini.

Sumber Kumparan, edit koranbumn

Check Also

Home Made IT Service, Bangun Kemandirian Teknologi Pelindo III

Perkembangan Revolusi Industri 4.0 menjadi perhatian Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam pengelolaan pelabuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *