Home / Berita / Tourism 4.0 di Indonesia

Tourism 4.0 di Indonesia

Tourism 4.0 lahir seiring dengan mulai tersedianya big data perilaku travellers yang mampu dikumpulkan via apps dan sensor yang kemudian diolah untuk menciptakan seamless dan personalized travelling experience.

Seamless dan personalized experience itu bisa diwujudkan karena adanya peran teknologi-teknologi Revolusi Industri Keempat (4.0) yaitu: artificial intelligence, internet of things (IoT), big data analytics, robotics, augmented reality, cloud computing, blockchain, dan sebagainya. Inilah berbagai teknologi yang kini sering disebut sebagai Teknologi 4.0.

Pariwisata kita akan memasuki Tourism 4.0 yakni Millenials Tourism. Maka membangun SDM nya pun harus go digital.

Inisiatif ini diarahkan untuk menarik segmen millennial travellers yang tumbuh pesat dan nilai devisanya amat besar. Kita tahu millennial travellers adalah segmen yang tech-savvy sehingga pas jika diberi sentuhan teknologi 4.0. Malaysia berambisi akan menarik wisman hingga empat kali lipat dari sekitar $25 miliar saat ini menjadi $110 miliar di tahun 2030.

Urgensi Tourism 4.0 di Indonesia dari perspektif konsumen yaitu kenyataan perilaku konsumen yang sudah sangat digital dan semakin dominannya millennial travellers dalam komposisi wisman kita. Sekitar 70% travellers itu search dan share-nya sudah melalui digital.

Lebih dari 50% inbound travellers kita adalah milenial yang digital savvy. Mereka adalah segmen yang penting karena tak hanya ukuran pasarnya besar dan terus bertumbuh tapi juga influencing power-nya luar biasa (“Big and Loud”).

Karena itu agar menjadi lebih riil, yang saya maksud dengan Tourism 4.0 adalah pariwisata untuk milenial (millennial tourism) yang memang seluruh aspeknya hidupnya sudah tergantung pada digital. Intinya, milenial menuntut adanya digital experience dari setiap titik di dalam consumer journey mereka.

Sumber Kementerian Pariwisata, edit koranbumn

Check Also

KAI Raih Apresiasi Penghargaan Pada Anugerah Manajemen Informasi Arus Mudik 2019

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekjen Kominfo Niken Widiastuti, dan Ketua Komisi Informasi Pusat Gede Narayana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *