Home / Berita / TWC Lestarikan Seni Tari Indonesia Melalui Ratu Boko Festival

TWC Lestarikan Seni Tari Indonesia Melalui Ratu Boko Festival

Festival Ratu Boko adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ( Persero ). Event yang diselenggarakan setiap bulan September ini sebagai ajang bagi kelompok – kelompok seniman untuk menampilkan karya – karyanya baik karya tari, sendratari dan music tradisional.

Pada tahun 2018 ini, Festival Ratu Boko dilaksanakan selama dua hari, yaitu 22 – 23 September 2018. Hari pertama akan ditampilkan sendratari klasik Tirta Amertha yang dibawakan oleh Grup Sanggar Tari Bali Saraswati dan KPB Purantara Yogyakarta bekerjasama dengan Komunitas Seni Sudhalango dan ISI Yogyakarta. Hari kedua akan diisi dengan karya – karya kontemporer dengan puncak acara sendratari Sumunaring Abhayagiri.

“Ini sudah yang kesekian kalinya kita selenggarakan. Yang menjadi tujuan utama dari penyelenggaraan Festival Ratu Boko ini adalah kita ingin terus menjaga, melestarikan dan menggairahkan seni tari yang ada di Negara kita ini khususnya di Jogjakarta. Yang kedua, melalui Festival Ratu Boko ini, kita ingin mencoba menarik wisatawan untuk lebih banyak lagi datang berkunjung ke Ratu Boko ini. Karena apa, sekarang itu yang menjadi daya tarik destinasi wisata itu salah satunya adalah event – event. “ kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ( Persero ) Ricky SP Siahaan.

Ratu Boko sudah menjadi destinasi yang sangat eksotis, dan oleh sebab itu, TWC berusaha menampilkan seni tari yang masih mempunyai benang merah dengan nilai – nilai historis Ratu Boko itu sendiri.

“ Teman – teman panitia sudah mempersiapkan, sudah mendesain acara ini sedemikian rupa yang mana setiap karya itu mempunyai makna – makna tertentu yang ingin dijaga dan dilestarikan. Kita berharap Festival Ratu Boko ini setiap tahunnya semakin berkembang, semakin maju dan suatu saat nanti bukan hanya berskala nasional tapi skala internasional. “ tambah Ricky.

Sumunaring Abhayagiri adalah sendratari yang digarap khusus untuk dipentaskan di Keraton Ratu Boko. Sendratari ini mengisahkan Pancapana yang dalam kegelisahannya meninggalkan istana untuk menemui rakyatnya diseluruh negeri. Ia ingin memberikan semangat dan menolong rakyatnya yang menderita. Sendratari ini akan dipentaskan sebagai puncak Festival Ratu Boko pada hari Minggu 23 September 2018. Sendratari Tirta Amerta dan Sumunaring Abhayagiri dipilih karena cocok dengan fitus dan riwayat yang terkait dengan situs Keraton Ratu Boko berupa sumber air dan legenda berdirinya Keraton Ratu Boko.

Festival ini digelar ditaman sisi barat Gapura yang menjadi ciri khas Keraton Ratu Boko. Panggung dirancang agar sesuai dengan Gapura Keraton Ratu Boko dan disesuaikan dengan scenario Sumunaring Abhayagiri. Untuk informasi bisa menghubungi Roswita 0812 3803 5825.

Sumber TWC

Check Also

Proses Seleksi Dirut Garuda Indonesia Sudah Diajukan ke OJK

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan secepatnya memulai proses seleksi direktur utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *