Home / Berita / TWC Menggandeng Seni Tradisional untuk Daya Tarik Kunjungan Wisatawan

TWC Menggandeng Seni Tradisional untuk Daya Tarik Kunjungan Wisatawan

Pengembangan ide dalam bidang pariwisata terus dilakukan guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun internasional, dengan melakukan pembaruan-pembaruan yang dapat menarik minat wisatawan. Salah satunya adalah dengan menggandeng potensi seni tradisional berbasis masyarakat lokal. Hal inilah yang dilakukan Taman Wisata Keraton Ratu Boko untuk meningkatkan daya tarik wisatawan tersebut.

Kesenian tradisional merupakan salah satu tonggak dasar dari kepribadian bangsa. Maka itu, sudah sewajibnya generasi saat ini ikut melestarikan kebudayaan organik masyarakat tersebut. Salah satunya adalah dengan menampilkan langsung ke hadapan wisatawan, sehingga wisatawan dapat langsung berinteraksi dengan para senimannya, yang boleh jadi, dapat menyadarkan dan turut serta dalam pelestarian kesenian tradisional.

Hal ini pula yang diwujudkan oleh Unit Ratu Boko. Beberapa program kesenian rutin ditampilkan di objek wisata tersebut. Seperti pertunjukkan dari sanggar seni Ngesti Laras dari Wonosobo yang menampilkan alat musik khas Bundengan, sendratari Dyah Bhumijaya yang dipentaskan pada tanggal 12-13 Januari lalu, serta kesenian tradisional srandul yang dipentaskan oleh masyarakat sekitar tiap hari Sabtu-Minggu di pelataran Ratu Boko.

Menurut GM Unit Ratu Boko Wiharjanto, acara-acara kesenian tersebut diadakan sebagai bentuk wujud kepedulian kesenian tradisional yang masih ada di masyarakat dan juga sebagai daya tarik pengunjung yang berada di Keraton Ratu Boko. “Semoga kegiatan kesenian tradisional yang ada di masyarakat dapat terus hidup dan dapat dipentaskan di Ratu Boko, sehingga dapat menjadi kesan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung kesini. ” Terangnya.

Ratu Boko pun akan terus meningkatkan program-program kesenian yang akan dipentaskan di pelataran gerbang utama Ratu Boko. “Kedepannya, kami akan terus menggelar acara-acara seni pertunjukkan tradisional menjelang matahari terbenam di kala musim kemarau, sehingga wisatawan dapat menikmati momen sakral terbenamnya matahari sambil menikmati kesenian tradisional. ” Lanjut Wiharjanto.

Sumber TWC Edit koranbumn

Check Also

Penataan Aset Negara, Jasa Tirta II Berharap Dapat Tingkatkan Pendapatan

Perum Jasa Tirta II merampungkan pembangunan hotel dan pusat pendidikan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *