Home / Berita / Wakil Presiden Jusuf Kalla Lakukan Kunker ke Kantor Pusat KBN

Wakil Presiden Jusuf Kalla Lakukan Kunker ke Kantor Pusat KBN

Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) di Cakung, Jakarta, pada Selasa, 23 April 2019. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden ingin melihat langsung pengembangan bisnis Perseroan.

Di sela-sela kunjungan, Wapres Jusuf Kalla meresmikan Kantor Pusat PT. KBN (Persero) yang baru dan menandatangani prasasti. Selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla juga meresmikan Masjid Darussalam KBN yang berada di dalam komplek Kantor Pusat KBN.

Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan pejabat terkait lainnya. Direktur Utama PT. KBN (Persero) H.M. Sattar Taba memberi penjelasan secara rinci terkait pengembangan bisnis KBN.
PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) merupakan satu dari tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang Kawasan Industri, dengan perkembangan valuasi aset paling pesat. Pemilik saham KBN adalah Pemerintah Pusat 73,15 Persen dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 26,85 persen.

KBN mengelola kawasan industri lebih dari 650 hektar yang berlokasi di Cakung, Marunda dan Tanjung Priok. Lokasi yang sangat strategis di Jakarta Utara.

Pada tahun 2018 laba KBN sebesar Rp 149,7 miliar dengan aset Rp 2,1 triliun. KBN memiliki prospek bisnis cerah yang tergambar dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan Tahun 2019 hingga 2023. Di tahun 2023, aset KBN diproyeksikan mencapai Rp 5,7 triliun.
Komposisi bisnis PT. KBN (Persero) saat ini untuk porsi sewa lahan sebesar 67% dan kelola mandiri sebesar 33%. Mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan, maka pola bisnis akan berubah menjadi porsi sewa lahan sebesar 30% dan kelola mandiri sebesar 70%.

PT. KBN (Persero) tengah memperkuat bisnis pengelolaan logistik dan pelabuhan. Di bidang kepelabuhanan, KBN tengah membangun Pelabuhan Multipurpose sepanjang 1.400 meter di lahan C-04 Marunda, Jakarta Utara. Dalam mengelola pelabuhan ini, KBN bersinegi dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok, anak usaha Indonesia Port Corporation atau Pelindo II. Pelabuhan C-04 Marunda yang sedang dibangun itu, masih menunggu perizinan dari Kementerian Perhubungan.

KBN memiliki pelabuhan curah di lahan C-01 Marunda yang pengelolaannya juga akan dikerjasamakan dengan PT Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bentuk sinergi BUMN.

Pengelolaan logistik menjadi bisnis utama KBN, dimulai dari pengelolaan dokumen, handling facility baik di pabrik maupun di gudang, termasuk juga transportasinya. KBN telah membangun Depo Kontainer Blok F di Kawasan Cakung seluas 8 hektare. Perseroan juga akan membangun Cakung Industrial & Business District, serta Kawasan Halal.

KBN merupakan satu-satunya Kawasan Industri yang memiliki rumah sakit, yang diperuntukkan bagi pekerja dan masyarakat umum. Rumah Sakit Umum dan Pekerja KBN menyediakan fasilitas ruangan rawat inap dengan 200 tempat tidur, dan juga poliklinik. Rumah sakit yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini pengelolaannya bekerjasama dengan Rumah Sakit Pelni.

PT. KBN (Persero) tengah menjajaki rencana pengembangan kawasan di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara; Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan; Kabupaten Rembang, Jawa Tengah; Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dengan total luas lahan 7.588 Hektare.
KBN akan membangun Kawasan Riset Kelautan di Pantai Marunda bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI.

Dalam rangka mendukung transformasi perusahaan, PT. KBN (Persero) akan melakukan peningkatan kualitas dan keahlian Karyawan melalui Training Dalam dan Luar Negeri, Studi Banding, Open Class S1, S2 & S3.

Sumber KBN, edit koranbumn

Check Also

INALUM Leadership Camp I Batch 1

INALUM kembali menunjukkan kepeduliannya dalam sektor pendidikan. Sekitar 100 mahasiswa dari 3 Perguruan Tinggi Negeri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *