Home / Berita / Waskita Beton Precast Kantongi Kontrak Baru Rp2,27 Triliun Sepanjang Kuartal I/2019

Waskita Beton Precast Kantongi Kontrak Baru Rp2,27 Triliun Sepanjang Kuartal I/2019

PT Waskita Beton Precast Tbk. telah mendapatkan nilai kontrak baru sebesar Rp2,27 triliun sepanjang kuartal I/2019 ini atau 21,84% dari total target kontrak baru pada 2019  sebesar Rp10,39 triliun.

Perolehan kontrak baru ini naik sebesar 7,1% dibandingkan perolehan kontrak baru pada kuartal I/2018 sebesar Rp 2,12 triliun. Adapun kontrak baru tersebut berasal dari sejumlah proyek antara lain Apartemen Tokyo, proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan Paket III, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan proyek lainnya. WSBP juga telah mendapatkan proyek eksternal dari Group Agung Sedayu dan PT Hutama Karya (Persero) Tbk.

Dalam waktu dekat, terdapat beberapa proyek yang akan selesai—produk disuplai oleh Waskita Beton, antara lain proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Proyek Jalan Tol Kunciran-Parigi.

Selain itu, hingga kuartal II/2019, WSBP menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp5,22 triliun, yang berasal dari beberapa proyek besar yaitu Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Addendum Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, NCICD PUPERA, dan proyek lainnya.

Sementara itu, pada 2019 , emiten berkode saham WSBP tersebut memiliki strategi utama untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan perusahaan, yaitu pertama, melakukan penguatan core business melalui efisiensi produk, pengembangan produk baru, akuisisi supply chain split dan quarry. Kedua, melakukan ekspansi ke pasar eksternal, termasuk di antaranya dengan kontraktor internasional yang tengah mengerjakan proyek di Indonesia.

Selain itu, WSBP akan melakukan penerbitan Obligasi Berkelanjutan melalui Penawaran Umum dengan nilai sebesar Rp 2 Triliun. Adapun penerbitan obligasi tahap I pada akhir TW II sebesar Rp 500 miliar

Sekadar informasi, saat ini kapasitas produksi precast WSBP sebesar 3,5 juta ton per tahun. Rencananya akan ditingkatkan menjadi 3,75 juta ton per tahun. Untuk itu, perseroan manganggarkan capex sebesar Rp 500 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi plant tahun ini.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Jasa Tirta I Partisipasi ICWRDEP 2019 di Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Bertempat di Auditorium Prof Ir Suryono, Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 12-13 Oktober 2019 dilaksanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *