Home / Berita / Waskita Karya Baru Serap Capex sebesar Rp3,92 Triliun Sepanjang Tahun Kuartal I/2019

Waskita Karya Baru Serap Capex sebesar Rp3,92 Triliun Sepanjang Tahun Kuartal I/2019

PT Waskita Karya Tbk baru menggunakan sedikit dana dari belanja modal atau capex di kuartal I tahun 2019 ini.

Haris Gunawan, Director of Finance and Strategy Waskita Karya mengatakan, dari total capex sebesar Rp 25,3 triliun, baru terealisasi sebesar Rp 3,92 triliun.

“Dipakai untuk bidang konstruksi, bidang precast, bidang realty, bidang infrastruktur, bidang pengelolaan jalan tol dan realisasi aset hak pengusahaan jalan tol,” kata dia , Senin (29/4).

Sementara soal kinerja WSKT di kuartal I 2019, sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kinerja kuartal I 2018. “Dikarenakan pada kuartal I 2019 beberapa Toll yang dimiliki sudah mulai beroperasi,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga bilang faktor lain yang menyebabkan turunnya Pendapatan dan Laba Bersih di kuartal I 2019 karena pada tahun 2018, WSKT fokus pada penyelesaian proyek-proyek besar terutama proyek jalan tol yang ditargetkan untuk selesai pada tahun 2018.

“Terutama pada kuartal I 2018, di mana Perseroan fokus pada penyelesaian proyek jalan tol yang dapat dioperasikan pada Lebaran 2018. Sementara pada tahun 2019, proyek-proyek besar Perseroan telah selesai sehingga pendapatan usaha pada kuartal I 2019 turun jika dibandingkan pendapatan usaha pada kuartal I 2018,” ujarnya.

Sementara untuk penurunan laba bersih Perseroan pada kuartal I 2019, selain dikarenakan penurunan Pendapatan Usaha, juga karena mundurnya proses divestasi Perseroan.

“Awalnya ditargetkan pada triwulan I 2019 lalu dimundurkan menjadi Semester II 2019,” imbuhnya.

Sekadar info, pendapatan WKST di kuartal I 2019 turun 30% menjadi Rp 8,68 triliun dari Rp 12,39 triliun di kuartal I 2018. Laba bersih di kuartal I 2019 juga tergerus 53% menjadi Rp 716,24 miliar dari Rp 1,52 triliun pada periode serupa di tahun 2018.

Namun Haris bilang, kinerja 2019 masih berjalan sesuai dengan target. “Sejauh ini masih sesuai dengan proyeksi yang ditargetkan,” tambahnya.

Asal tahu saja, di awal tahun ini WSKT menargetkan pendapatan tumbuh 9,2% menjadi Rp 54,13 triliun pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018. Sementara laba bersih ditargetkan tumbuh 8% menjadi Rp 4,16 triliun.

Haris juga mengungkapkan bahwa total nilai kontrak baru WSKT di kuartal I 2019 sebesar Rp 4,2 triliun atau sudah sekitar 7,5% dari target 2019 yang sebesar Rp 56 triliun. Mayoritas kontrak WSKT masih disumbang untuk sektor infrastruktur. Sektor building sekitar Rp 800 miliar, penjualan produk Rp 2,1 triliun dan sisanya infrastruktur sebesar Rp 1,37 triliun.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Komitmen Telkom Indonesia Hadirkan Konektivitas dan Digitalisasi Hingga Wilayah 3T, Indihome Kini Hadir di Pulau Rote

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen untuk selalu ada dan berkontribusi menghadirkan konektivitas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *