Home / Berita / Waskita Karya Berada dalam Tren Positif Sepanjang Tahun 2019

Waskita Karya Berada dalam Tren Positif Sepanjang Tahun 2019

Laju PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berada dalam tren positif sepanjang periode berjalan 2019 dengan mencatatkan return sekitar 15,18%.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com melalui Bloomberg, harga saham emiten bersandi WSKT itu dibuka menguat 5 poin pada pembukaan perdagangan, Senin (18/3/2019). Kontraktor pelat merah itu menuju zona hijau pada level Rp1.945 per saham.

Sepanjang periode berjalan 2019, saham WSKT tercatat menguat 15,18%. Pergerakan harga menyentuh level tertinggi Rp2.140 dan terendah Rp1.685.

Dalam 6 bulan terakhir, saham WSKT juga tercatat berada di tren positif. Pergerakan saham tercatat menguat 9,32%. Adapun, saham WSKT diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 6,64 kali. Total kapitalisasi pasar yang dimiliki senilai Rp26,27 triliun.

Sebelumnya, Director of Finance and Strategy Waskita Karya Haris Gunawan mengungkapkan posisi surplus arus kas dari aktivitas operasi perseroan akan bertambah tebal pada 2019. Pasalnya, emiten bersandi WSKT itu masih akan menerima sejumlah pembayaran proyek tahun ini.

Sebagai gambaran, Haris menyebut WSKT akan menerima pembayaran dari pekerjaan light rail transit (LRT) Palembang sekitar Rp3,5 triliun. Dana segar itu diproyeksikan masuk pada semester I/2019.

Selanjutnya, dia mengatakan perseroan akan menerima pembayaran dari proyek jalan tol Jakarta—Cikampek II Elevated. Jumlah yang akan masuk diperkirakan sekitar Rp4 triliun.

Selain itu, Haris mengungkapkan perseroan memiliki kontrak Transmisi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Paket 1 dan Paket 2. Nilai kontrak yang dimiliki senilai Rp6 triliun.

Sementara itu, WSKT juga akan mendapatkan pembayaran dari PT Hutama Karya (Persero) untuk pengerjaan proyek jalan tol Terbanggi Besar— Kayu Agung senilai Rp13 triliun. Dengan demikian, total pembayaran turn key yang akan cair tahun ini sekitar Rp25 triliun.

Selain pembayaran turn key, Haris mengatakan perseroan masih ada dana talangan tanah dari lembaga manajemen aset negara (LMAN) yang belum cair dengan total sekitar Rp6,5 triliun. Hal tersebut yang membuat pihaknya optimistis mencatatkan kembali surplus arus kas dari aktivitas operasi tahun ini.

“Dengan pembayaran dari LMAN yang bisa masuk sekitar Rp30 triliun pada tahun ini,” ujarnya kepada Bisnis.com baru-baru ini.

Seperti diketahui, WSKT menerima pembayaran proyek-proyek turn key dengan total Rp34 triliun pada 2018. Selain itu, perseroan juga menerima pembayaran dana talangan tanah dari LMAN senilai Rp2 triliun tahun lalu.

Dari situ, asrus kas dari aktivitas operasi WSKT kembali surplus Rp3,03 triliun pada 2018 setelah tercatat defisit dalam 2 tahun berturut-turut.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Sinergi PNRI dan Pegadaian Lakukan Perkenalan Produk

Perum PNRI Kupang menyambut hangat kedatangan tim PT Pegadaian (Persero) di kantor Perum PNRI Cabang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *