Home / Berita / Waskita Karya Berencana Menjual Enam Ruas Jalan Tol Setelah Pilpres 2019

Waskita Karya Berencana Menjual Enam Ruas Jalan Tol Setelah Pilpres 2019

PT Waskita Karya (Persero) berencana menjual enam ruas jalan tol setelah Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Enam ruas tol tersebut menurut Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra merupakan bagian dari 18 ruas tol yang dimiliki Waskita Karya.

“Sebanyak total 18 ruas tol yang dimiliki Waskita Karya akan dijual seluruhnya secara bertahap,” ujar Gusti di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/1).

Ruas tol tersebut di antaranya tol Trans-Jawa yang sudah selesai. Enam ruas tol yang akan dijual pascapilpres untuk memberikan kejelasan kepada investor yang berminat dari 18 tol yang dimiliki.

Berikut total 18 ruas tol yang akan dijual Waskita Karya:

1. Tol Pejagan-Pemalang (Trans-Jawa)

2. Tol Pemalang-Batang (Trans-Jawa)

3. Tol Batang-Semarang (Trans-Jawa)

4. Tol Solo-Ngawi (Trans-Jawa)

5. Tol Ngawi-Kertosono (Trans-Jawa)

6. Tol Pasuruan-Probolinggo (Trans-Jawa)

7. Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (Trans-Sumatera)

8. Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Trans-Sumatera)

9. Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Trans-Sumatera)

10. Tol Serpong-Cinere (Tol Non Trans-Jawa)

11. Tol Cinere-Jagorawi (Tol Non Trans Jawa)

12. Tol Cimanggis-Cibitung (Tol Non Trans-Jawa)

13. Tol Cibitung-Cilincing (Tol Non Trans-Jawa)

14. Tol Depok-Antasari (Tol Non Trans-Jawa)

15. Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Tol Non Trans-Jawa)

16. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Tol Non Trans-Jawa)

17. Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (Tol Non Trans-Jawa)

18. Tol Cisumdawu.(Tol Non Trans-Jawa).

Saat ini Waskita Karya berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk menawarkan kepada para investor yang berminat membeli enam ruas tol tersebut. Gusti menjelaskan bahwa posisi perusahaan yang dipimpinnya adalah sebagai developer atau pengembang, bukan operator yang mengelola tol.

Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan bisa merampungkan tiga proyek utama pembangunan jalan tol pada 2019 yakni jalan tol Trans-Sumatera, Jakarta-Cikampek II Elevated, dan ruas Pasuruan-Probolinggo. “Yang jadi target nasional dari Terbanggi Besar sampai ke Palembang. Persisnya sampai di Kayu Agung sepanjang 185 km. Pemerintah meminta tol itu bisa dipakai masyarakat saat Lebaran,” tutur Gusti.

Gusti menuturkan proyek tol Trans-Sumatera itu merupakan bagian dari proyek ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dimiliki oleh PT Hutama Karya (Persero). Meski ditargetkan rampung sebelum Idul Fitri pada Juni mendatang, ia mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi jika target penyelesaian meleset.

“Kalau pun tidak bisa selesai 100 persen, kami akan coba seperti di Jawa kemarin, yaitu memberlakukan tol fungsional,” katanya.

Sumber Republika, edit koranbumn

Check Also

Indonesia Minim Sampah Plastik, IIKK TWC Buka Kegiatan Belajar Pengenalan Sampah Plastik

Ketua Ikatan Istri Karyawan-Karyawati (IIKK) PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *