Home / Berita / WIKA Buktikan Kapasitas dan Daya Saing Kelas Dunia, Kinerja Bisnis Tembus Mancanegara

WIKA Buktikan Kapasitas dan Daya Saing Kelas Dunia, Kinerja Bisnis Tembus Mancanegara

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (WIKA) menorehkan tinta emas baru melalui kinerja bisnisnya di mancanegara. Bandara Oecusse, Timor Leste yang dikerjakan oleh WIKA telah rampung dan diresmikan oleh Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Francisco Guterres dan Mari Alkatiri, selaku President of the Authority for Special Administrative Region of Oé-Cusse (RAEOA / Zeesm), di Oecusse, Timor Leste, Selasa (18/6).

Momen bersejarah ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Presiden Parlemen Timor Leste Arão Noé de jesus da Costa, Duta Besar Indonesia Duta Besar RI untuk Timor Leste, Sahat Sitorus, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, Direktur Utama WIKA Tumiyana, Direktur Operasi III Destiawan Soewardjono, Direktur Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) Danu Prijambodo beserta jajaran pemerintahan RDTL dan masyarakat setempat

Presiden RDTL, Francisco Guterres mengapresiasi kinerja WIKA dalam pembangunan infrastruktur dan penunjangnya di Timor Leste. Dirinya menganggap bahwa WIKA sebagai BUMN Indonesia telah berperan besar dalam hubungan Timor Leste dan Indonesia baik dalam pembangunan Oecusse maupun negara Timor Leste. Kesuksesan dalam pengembangan Oecusse menurut Presiden akan direplikasi di distrikdistrik lainnya.

Kebanggaan atas keberhasilan Perseroan diutarakan oleh Direktur Utama WIKA Tumiyana. Bandara Oecusse diyakini telah menjadi salah satu maha karya WIKA di luar negeri karena merupakan bandara pertama yang dibangun WIKA di luar Indonesia sekaligus dengan lingkup pekerjaan yang komplit.

“Proyek ini menjadi bukti kapabilitas kami dari segi engineering, penguasaan teknologi, proyek manajemen serta memperoleh wawasan baru yang merupakan hasil interaksi dengan pihak-pihak berkepentingan yang berasal dari negara lain,” ungkap Direktur Utama WIKA, Tumiyana.

Dengan nilai kontrak mencapai US$119 juta, Proyek Bandara Internasional Oecusse terdiri dari pembangunan fasilitas landside dan airside seperti Tower Air Traffic Control (ATC), terminal building, quarrantine, fuel depot, Distance Measuring Equiment (DME), VHF Omnidirectional Range (VOR), runway, taxiway, apron, airfit lighting, hingga fasilitas bandara lainnya.

Lebih lanjut, lingkup pekerjaan Perseroan pada proyek bandara internasional ini juga meliputi pembuatan runway baru sepanjang 2,5 Km, pelebaran dan perluasan wilayah bandara agar bisa dijadikan bandara komersial, pemutakhiran sistem radar dan navigasi serta pemutakhiran sistem dan standar safety bandara internasional.

Selama periode 2015–2018, proses pembangunan ini melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja gabungan Indonesia dan Timor Leste. Sebagian besar material berasal dari Indonesia seperti semen, besi beton, material arsitektur, dan garbarata, termasuk material baja konstruksi yang difabrikasi oleh entitas anak Perseroan, WIKA Industri & Konstruksi. Namun, beberapa peralatan yang belum tersedia di Indonesia didatangkan oleh WIKA dari beberapa negara seperti Amerika, Tiongkok, Austria, Australia.

Timor Leste, Salah Satu Market Strategis Perseroan

Tak hanya membangun infrastruktur kebandaraan dan penunjangnya di Distrik Oe-cusse, WIKA juga turut membangun Comoro Bridges 1 & 2, Natarbora Bridges, dan Batugade-Maliana Road. Selain itu, WIKA juga menunjukkan keahliannya membangun sarana dan prasarana terkait bidang energi. Untuk menambah pasokan energi listrik di Bumi Loro Sae, WIKA sudah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Hera … MW di bagian utara negara tersebut, sekitar 30 km dari Dili, ibukota Timor Leste serta serta PLTD Betano .. MW di wilayah selatan.

Dalam pengembangan bisnis luar negeri ke depan, WIKA terang Direktur Utama, Tumiyana optimistis mampu menyiapkan tim yang andal dan siap diterjunkan sebagai Duta Bangsa. Dibutuhkan sikap disiplin, mental yang kuat didukung dengan proses seleksi yang baik.

“Kami optimis WIKA dengan para engineers yang muda-muda ini memiliki kompetensi dengan standar internasional dan siap secara mental, mampu menjaga kesolidan tim dan saling memotivasi selama bekerja di luar negeri agar mampu menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik,” pungkas Direktur Utama.

Sumber WIKA, edit koranbumn

Check Also

Menteri Erick Thohir Gelar Sertijab di Kantor Kementerian BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kabinet Indonesia Maju Erick Thohir tiba di Kementerian BUMN …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *