Home / Berita / Workshop BUMN & Anak Usaha BUMN : Memahami Berbagai Skema Kerja Sama Bisnis BUMN dengan Objek Hak Atas Tanah dan Permasalahan Akuntansinya

Workshop BUMN & Anak Usaha BUMN : Memahami Berbagai Skema Kerja Sama Bisnis BUMN dengan Objek Hak Atas Tanah dan Permasalahan Akuntansinya

Workshop BUMN & Anak Usaha BUMN

Diselenggarakan di Bandung

28 Juni 2019

MEMAHAMI BERBAGAI SKEMA KERJA SAMA BISNIS BUMN

DENGAN OBJEK HAK ATAS TANAH DAN PERMASALAHAN AKUNTANSINYA       

Di Indonesia telah diberlakukan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah telah mengatur berbagai jenis hak atas tanah. Kerja sama bisnis sering menjadikan hak atas tanah sebagai objek seperti pada industri perhotelan, industri properti, industri perkebunan, industri pertambangan dan lain-lain.

Kerja sama bisnis dengan objek hak atas tanah sering sangat sulit dipahami oleh praktisi BUMN karena banyaknya peraturan perundang-undangan yang harus dijadikan rujukan. Peraturan perundang-undangan yang harus dirujuk antara lain hukum perjanjian sebagaimana diatur dalam KUH Perdata, hukum pertanahan, dan hukum jaminan/agunan hak atas tanah berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah beserta Benda-Benda yang berkaitan dengan Tanah. Disamping itu, karena BUMN adalah objek keuangan negara, maka kerja sama bisnis BUMN dengan objek hak atas tanah harus dilakukan dengan merujuk kepada hukum administrasi negara dan Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-04/MBU/09/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor Per-03/MBU/08/2017 tentang Pedoman Kerja Sama (dalam memilih mitra) juga harus dilakukan.

Kerja sama bisnis dengan objek hak atas tanah harus dicatat dengan merujuk pada PSAK 66, “Pengaturan Bersama”, PSAK 30, “Sewa”, PSAK 13, “Properti Investasi”, ISAK 25, “Hak atas Tanah” dan ISAK 31, “Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi” yang telah diberlakukan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan.

 Tujuan Lokakarya:

  • Membekali praktisi BUMN dalam memahami aspek legal kerja sama bisnis dengan objek hak atas tanah,
  • Membekali praktisi BUMN dalam memahami penerapan PSAK 66, PSAK 30, ISAK 25, ISAK 31 dan PSAK lainnya dalam mencatat kerja sama bisnis yang melibatkan hak atas tanah.

Topik Pembahasan

Sesi I:          Memahami jenis-jenis hak atas tanah berdasarkan peraturan perundang-undangan (hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak sewa, hak pengelolaan lahan, hak guna usaha, hak pengelolaan, hak ulayat dan hak-hak lainnya),

Sesi II:        Asas-asas kebendaan hak atas tanah dan implikasinya dalam praktek kerja sama bisnis dengan objek hak atas tanah,

Sesi III:       Mengenal skema-skema kerja sama bisnis yang melibatkan objek hak atas tanah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

Sesi IV:       Memahami pencatatan kerja sama bisnis dengan objek hak atas tanah berdasarkan PSAK 66, PSAK 30, PSAK 13, ISAK 25 dan PSAK lainnya.

Pembicara:

Marisi P. Purba, SE, MH, Ak, CA, ACPA  (Penulis, Praktisi dan Akademisi).

Peserta:

  1. Dewan Direksi,
  2. Dewan Komisaris,
  3. Sekretaris Perusahaan
  4. Komite Audit, Internal Auditor,
  5. Divisi Keuangan, Divisi Akuntansi,
  6. Divisi Legal, Divisi SDM, Divisit General Affairs, dll

 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Tempat            : Hotel Berbintang di  Bandung

Hari/Tanggal : Jumat, 28 Juni  2019

Waktu              : 08:30 – 16.30 WIB

Kontribusi Kepesertaan :

Rp. 3.850.000,-/peserta

– Biaya termasuk paket meeting selama 1 hari, Seminar Kit

– Biaya Tidak termasuk Penginapan /akomodasi

 

Informasi Lebih Lanjut :

Email : pelatihanbumn@gmail.com, koranbumn@gmail.com

Pendaftaran / Contact Person :

0813  8084  1716 (Erik)

Registrasi via Sms/wa :  0813 8084 1716

 

 

 

 

 

 

Check Also

Kembangkan Bisnis Kargo Udara, Pesawat Tanpa Awak Garuda Indonesia Masuk Proses Sertifikasi

Kementerian Perhubungan sedang memproses sertifikasi pesawat tanpa awak atau unmanned aircraft vehicle yang akan digunakan PT Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *