Home / Berita / Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Ambon

Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Ambon

 Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) memberikan bantuan kepada korban gempa di Kabupaten Seram Bagian Barat, Ambon. Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 200 juta dan 250 set terpal untuk membuat posko.

Ketua Yayasan BHUN Hendrawan Balaningrath mengatakan, yayasan juga mengajak BUMN lain untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan untuk korban gempa di Ambon. BUMN sangat intens memantau secara langsung penanganan korban gempa, bukan saja di kota Ambon.

“Bantuan yang akan disalurkan di Pulau seram melalui Yayasan BUMN Untuk Negeri melibatan beberapa BUMN secara langsung,” ujar Hendra.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga turut memberikan bantuan kepada korban gempa di dua desa Kabupaten Seram Bagian Barat yaitu Desa Waai dan Desa Liang. BNI menyalurkan sedikitinya 200 karton mie instan, 100 karton air mineral, 20 karton makanan bayi, 20 karton popok bayi, 200 selimut, 100 senter, 50 lembar terpal dan 1.000 nasi bungkus

Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal mengatakan, BUMN harus menjadi yang terdepan dalam hal kemanusiaan terhadap korban bencana alam. Sebagai penggerak ekonomi di daerah, sinergi BUMN dapat meringankan beban para korban bencana alam.

“Semoga bantuan BUMN dapat dimanfaatkan dengan baik, paling utama semoga dapat meringankan beban para korban yang saat ini ada ditenda-tenda pengusian,” ungkapnya.

Selain BNI, beberapa BUMN juga telah menyalurkan bantuannya antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Pelindo 4 (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), PT ASDP Ferry Indonesia, PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Posko Induk Kementerian BUMN dibuka di Wayame Ambon, ASDP Hunimua dan Jasa Raharja Katapang.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 6.8 (dimutakhirkan menjadi 6.5 magnitudo) mengguncang Kota Ambon pada Kamis (26/9/2019) mengakibatkan ratusan rumah rusak dan korban jiwa.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (28/9/2019) pagi, 20 korban meninggal dunia (8 orang Kota Ambon, 10 orang Maluku Tengah, 2 orang Seram bagian barat), 152 orang luka-luka, (31 orang Kota Ambon, 108 orang Maluku Tengah, 13 orang Seram bagian barat), dan 25.000 orang mengungsi.

sumber Kementerianbumn, edit koranbumn

Check Also

Literasi Adhi Karya : Teknologi VCM

Setiap pembangunan konstruksi pasti memiliki tantangan sendiri seperti pembangunan jalan di atas tanah rawa. Lalu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *