Home / Berita / Anak Usaha Bank Himbara Kejar untuk Masuk ke BUKU III

Anak Usaha Bank Himbara Kejar untuk Masuk ke BUKU III

Sejumlah anak usaha bank besar di Tanah Air tengah menyiapkan strategi untuk ekspansi bisnis. Salah satunya PT Bank BNI Syariah yang berniat untuk memperkuat modal untuk naik ke kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) III dengan modal inti minimal sebesar Rp 5 triliun.

Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan, ada beberapa opsi yang bisa ditempuh untuk mencapai target tersebut

Salah satunya adalah melalui inbreng aset tetap alias penyertaan modal berupa aset tetap dan setoran modal dari pemegang saham dalam hal ini PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

“Tentunya opsi penambahan modal tersebut tetap harus melalui persetujuan dari pemegang saham pengendali yaitu BNI,” terangnya kepada Kontan.co.id, Selasa (11/6).

BNI Syariah memang memerlukan modal sedikitnya Rp 730 miliar untuk dapat naik kelas menjadi BUKU III.

Pada kuartal I 2019, BNI Syariah pun sudah berhasil mencetak pertumbuhan laba signifikan sebesar 42,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 135 miliar. Dengan laba ditahan, maka total modal inti perseroan saat ini berada di kisaran Rp 4,27 triliun.

Tahun ini, BNI Syariah memperkirakan laba bersih akan tumbuh moderat di kisaran 35%. Memakai asumsi tersebut, maka modal inti perseroan diproyeksikan naik menjadi Rp 4,8 triliun pada akhir tahun.

Jika hal itu tercapai, maka BNI Syariah tinggal mencari tambahan modal minimal Rp 200 miliar agar dapat masuk ke dalam kategori BUKU III.

Selain BNI Syariah, PT Bank BRI Agroniaga Tbk (BRI Agro) juga punya rencana serupa. Namun, Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto mengatakan penambahan modal perseroan akan berlangsung lewat aksi korporasi.

Salah satunya melalui skema rights issue di Semester II 2019 dengan target dana yang diperoleh mencapai Rp 700 miliar. Nantinya, dana yang berhasil diserap tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis terutama pengembangan infrastruktur teknologi informasi (TI) perseroan.

Rights issue melalui PUT (Penawaran Umum Terbatas) sedang dimintakan persetujuan ke pemilik saham mayoritas, dan rencananya akan diputus di RUPS-LB akhir Juni ini,” jelas Agus.

Langkah ini juga dilakukan oleh BRI Agro untuk meningkatkan modal inti agar menjadi BUKU III. Sementara itu, per Maret 2019 total modal inti BRI Agro tercatat sudah mencapai Rp 4,39 triliun.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Kimia Farma Berikan Bantuan untuk Bencana Banjir Samarinda

Curah hujan yang tinggi dan air pasang sejak 9 Juni lalu mengakibatkan beberapa daerah di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *