Home / Berita / Antam Masih Lakukan Proses Evaluasi untuk Menyerap Saham Divestasi NHM

Antam Masih Lakukan Proses Evaluasi untuk Menyerap Saham Divestasi NHM

Meski beredar kabar bahwa Antam mendapatkan hak penawaran terlebih dulu dalam investasi saham PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) atas saham yang dijual (rights of first refusal) dari Newcrest Mining Limited, pemilik mayoritas NHM, namun divestasi ini masih memerlukan sejumlah proses yang perlu dituntaskan.

Direktur Keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Dimas Wikan Pramudhito mengungkapkan, hingga kini Antam masih melakukan proses evaluasi untuk menyerap saham divestasi tersebut. “Sementara belum (belum ada keputusan), masih dalam kajian dan evaluasi,” kata Dimas

Hal ini menjelaskan apa yang sebelumnya disampaikan oleh Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Arie Prabowo Ariotedjo. Kepada Kontan.co.id, Arie mengatakan bahwa divestasi saham NHM ini masih dalam tahap pembicaraan dan belum menemui keputusan final.

Yang jelas, Arie mengungkapkan bahwa dalam tahap penjajakan divestasi itu, Antam tengah mengkaji nilai valuasi saham NHM. Adapun, kajian valuasi tersebut dilakukan bersama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Masih dievaluasi. Mereka juga kan deadline-nya (jatuh tempo divestasi NHM) Juni tahun depan, jadi masih ada waktu,” kata Arie beberapa waktu lalu.

Mengacu pada amandemen Kontrak Karya (KK) NHM pada Juni 2018 lalu, perusahaan yang saat ini 75% sahamnya dimiliki oleh Newcrest Mining Limited tersebut mesti mendivestasi sahamnya kepada pihak nasional hingga mencapai total 51%. Tenggat waktu divestasi berlangsung paling lama dua tahun setelah amandemen KK berlangsung.

Saat ini, Antam memiliki 25% saham NHM. Sehingga, perusahaan yang mengoperasikan pertambangan emas di Gosowong, Maluku Utara itu harus melepaskan 26% saham kepada perusahaan nasional.

Sementara itu, terkait dengan proses divestasi ini, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan divestasi dari pihak NHM atau Newcrest.

Menurut Yunus, meski tenggat waktu divestasi belum jatuh tempo dan proses pembicaraan secara business to business dapat dilakukan, namun perusahaan yang bersangkutan tetap harus memberikan laporan soal proses divestasi tersebut kepada Kementerian ESDM. Hal itu diperlukan supaya pengalihan saham yang dilakukan bisa secara resmi diakui sebagai hasil divestasi.

“Sampai sekarang belum (melaporkan ke Kementerian ESDM). Kalau mau diperlakukan sebagai divestasi ya harus lapor ke pemerintah,” kata Yunus , Minggu (7/7).

Saat ini, Kementerian ESDM juga masih menunggu laporan dari sejumlah perusahaan yang sudah melewati jatuh tempo divestasi. Seperti yang diberitakan Kontan.co.id sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk dan PT Natarang Mining sudah memberikan penawaran divestasi ke Kementerian ESDM.

Sebagai informasi, sebenarnya Vale Indonesia baru wajib melakukan divestasi pada Oktober 2019. Namun, Vale ingin menawarkan divestasi saham sebelum memasuki masa jatuh tempo tersebut. Perusahaan dengan komoditas nikel ini akan melakukan divestasi saham sebesar 20%.

Adapun, PT Natarang Mining memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 22%. Perusahaan dengan komoditas emas ini sejatinya sudah melewati masa wajib penawaran divestasi.

Selain Natarang, ada tiga perusahaan lainnya yang sudah melewati masa wajib penawaran divestasi. Namun, Yunus mengatakan hingga saat ini ketiga perusahaan tersebut belum menyerahkan penawaran divestasi.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Ensbury Kalteng Mining, perusahaan komoditas emas yang memiliki kewajiban divestasi saham sebesar 44%, PT Kasongan Bumi Kencana (emas) sebanyak 19%, dan PT Galuh Cempaka (Intan) sebesar 31%.

Yunus menegaskan, Kementerian ESDM telah mendesak ketiga perusahaan tersebut untuk segera memberikan penawaran divestasi. Yunus bilang, pihaknya memberikan tenggat waktu hingga Juli 2019

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

PP Presisi Perkirakan Hanya Bisa Belanjakan Modal Sebesar 70 Persen dari yang Dianggarkan

PT PP Presisi Tbk. konservatif dalam menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure. Dari dana yang disiapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *