Home / Berita / Bank BRI Target Kredit Sindikasi Mencapai Rp30 Triliun Hingga Akhir 2019

Bank BRI Target Kredit Sindikasi Mencapai Rp30 Triliun Hingga Akhir 2019

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membidik penyaluran kredit secara sindikasi hingga akhir 2019 dapat mencapai Rp30 triliun atau tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan dengan akhir 2018.

Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto menyatakan perseroan telah mengantongi sejumlah rencana sindikasi untuk semester II/2019.

“Selama tahun 2019, pipeline kredit sindikasi yang ditargetkan oleh BRI mencapai sekitar Rp30 triliun,” katanya

Adapun, dilihat dari sektornya, rencana sindikasi kredit yang sudah masuk pipeline  Bank BRI antara lain bidang infrastruktur, pembangkit listrik dan bidang agribisnis.

Menurut Bambang, bidang tersebut tidak berbeda jauh dengan sektor yang jadi fokus sindikasi BRI pada Januari – Juni. Sepanjang semester I/2019 ini, infrastruktur jalan tol dan pembangkit listrik masih menjadi sektor yang mendominasi  penyaluran kredit emiten bersandi BBRI si Bursa Efek Indonesia tersebut.

Tanpa memerinci nominalnya, Bambang menyebutkan pertumbuhan kredit sindikasi masih sesuai dengan ekspektasi perseroan.

“Pertumbuhan kredit sindikasi BRI masih on the track atau melebih target yang ditetapkan yang sebesar 12 persen hingga akhir tahun 2019. Sepanjang semester I/2019, dalam proyek sindikasi yang dibiayai oleh BRI seluruhnya BRI bertindak sebagai lead arranger/JMLAB (Joint Mandated Lead & Bookrunner,” ujarnya.

Beberapa proyek jalan tol yang sudah dibiayai dan akan berikan kredit secara sindikasi oleh Bank BRI antara lain yang dikerjakan oleh PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, PT Cibitung Tanjung Priok Tollways, dan PT Waskita Bumi Wira (Tol Kriyan-Legundi-Bunder).

Berdasarkan data Bloomberg League Table Reports Global Syndicated Loan, perbankan Tanah Air lebih agresif dalam menyalurkan sindikasi dan mulai menggeser posisi bank asing dalam posisi 5 besar bank penyalur sindikasi pada paruh pertama 2019.

Pada periode yang sama tahun lalu, bank asal Jepang Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. masih menempati ranking teratas dan Standard Chartered Bank yang berpusat di London berada di posisi ranking kelima.

Posisi pertama bank kategori Mandated Lead Arranger ditempati oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan pangsa pasar 13,09 persen dan volume kredit US$1.290,94 juta per Juni 2019.

Realisasi tersebut membuat BNI melambung jauh dibandingkan dengan semester I/2018 ketika posisinya hanya tercatat di ranking 13 dengan pangsa pasar 3,15 persen dan volume kredit US$273,51 juta.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. masih tetap stabil di peringkat ke-2 dalam ketegori mandated lead arranger pada semester I/2019. Akan tetapi dari sisi market share dan volume kredit sindikasi yang disalurkan mengalami kenaikan yang signifikan.

Hingga akhir Juni total sindikasi yang disalurkan bank berlogo pita emas ini sebesar US$1.071,50 juta dengan penguasaan market share sebesar 10,87 persen dari total. Adapun, pada periode yang sama tahun lalu, market share yang dimiliki Bank Mandiri sebesar 7,80 persen dengan volume sindikasi US$678,01 juta.

Adapun, Bank BRI menempati posisi ke-4 dengan penyaluran kredit sindikasi tercatat meningkat drastis, tumbuh lebih dari 10 kali lipat menjadi sebesar US $770,71 juta.

Berdasarkan sektor, kontribusi terbesar adalah sektor industri sebesar 34,86 persen. Kemudian disusul oleh sektor finansial senesar 25,18 persen. Sektor material menyumbang kontribusi sebesar 15,32 persen dan utilitas sebesar 13,74 persen.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Menteri Erick Thohir Belum Bersedia Ungkap Nama Calon Dirut BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah menyerahkan nama-nama calon direksi untuk tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *