Mayoritas pembiayaan hijau ini disalurkan ke sektor pertanian berkelanjutan, dengan nilai menembus Rp113 triliun. Sektor produk ramah lingkungan (eco-efficient products) menempati peringkat kedua dengan pembiayaan yang diterima sebesar Rp15,4 triliun, sementara kredit yang disalurkan BMRI ke sektor energi terbarukan mencapai Rp12,2 triliun.
Bank Mandiri juga tercatat menyalurkan pembiayaan untuk sektor kendaraan berbahan bakar hijau, dengan nilai Rp10 triliun. Selanjutnya sektor pengelolaan air berkelanjutan memperoleh pembiayaan Rp5,82 triliun dan bangunan hijau Rp10,1 triliun.
Secara total, Bank Mandiri menyalurkan kredit berkelanjutan dengan nilai total Rp320 triliun per Maret 2026. Angka ini naik 8,84% YoY dari Rp294 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi portofolio pembiayaan sosial sebesar Rp153 triliun.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menjelaskan bahwa pangsa pembiayaan hijau BMRI mencapai 35%, tertinggi di antara tiga bank besar nasional.
Pada kuartal I/2026, perseroan mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati.
Sejalan dengan ketentuan POJK yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri juga memperkuat sisi pendanaan melalui alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun, masing-masing sebesar 72% untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan 28% untuk transportasi ramah lingkungan.
Dari aspek operasional berkelanjutan (Sustainable Operation), Henry mengemukakan Bank Mandiri menurunkan emisi operasional melalui penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, pemasangan panel surya, serta penyediaan charging station. Perseroan juga mulai menghitung emisi Scope 3 dari perjalanan dinas dan penggunaan kertas, serta didukung digital carbon tracking untuk pemantauan emisi yang lebih terukur.
Pada pilar Sustainability Beyond Banking, inklusi keuangan diperkuat melalui Livin’ Merchant dan program TJSL, disertai dengan penerbitan Laporan Keberlanjutan 2025 sesuai standar pelaporan global. Komitmen ini diperkuat dengan rencana peluncuran Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk segmen ritel melalui fitur Livin’ Planet, bekerja sama dengan IDX Carbon.
“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis ke depannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Henry.
Sumber Bisnis, edit koranbumn















