Asuransi Jasindo kembali menghadirkan Jasindo Smartpreneur Academy 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM binaan untuk semakin adaptif, mandiri, dan mampu menghadapi perkembangan dunia usaha. Mengusung tema “Strategi AI, Branding, dan Ketangguhan Bisnis untuk UMKM Mandiri”, program ini membekali peserta dengan pengetahuan dan praktik yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
Jasindo Smartpreneur Academy 2026 merupakan pengembangan dari program serupa yang telah dilaksanakan Asuransi Jasindo pada 2025. Kali ini, program dikemas melalui seminar dan workshop yang memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai strategi pengembangan usaha dengan produk UMKM masing-masing. Sebanyak 60 pelaku UMKM binaan Jasindo di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Seminar dan workshop dalam Jasindo Smartpreneur Academy 2026 menghadiri sejumlah pembicara dari para akademisi dan praktisi antara lain Praktisi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGs Miranda Syevira, Praktisi Teknologi dan Founder RESAPI.ID Bayu Damar Sungkowo, Founder & Owner Bons Fabriek Bonang Setoaji, Dosen Sosiologi FISIPOL UGM Dr. Dewi Cahyani Puspitasari, serta Pengamat dan Praktisi AI Sabrang Mowo Damar Panuluh. Peserta juga memperoleh literasi asuransi dari Asuransi Jasindo sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai perlindungan usaha.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya terbatas dukungan permodalan, tetapi juga perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan.
“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri. Karena itu, kami ingin mendampingi mereka tidak berhenti hanya pada bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UMKM agar semakin siap menghadapi dinamika dunia usaha,” kata Brellian.
Dalam program ini, pelaku UMKM mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Mulai dari penerapan praktik usaha berkelanjutan, penyusunan kinerja UMKM berbasis sustainability report, pemanfaatan teknologi AI, serta strategi optimalisasi penjualan secara online.
Brellian menjelaskan perkembangan teknologi—khususnya AI—membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk bekerja lebih efektif, mulai dari mengembangkan konten, mengelola operasional, hingga memperkuat strategi pemasaran. Menurutnya, kehadiran teknologi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang perlu disambut dan dimanfaatkan untuk memberikan kemudahan dan menjalankan usaha, tanpa mengesampingkan peran manusia di dalamnya.
“AI mungkin membantu lebih mudah, cepat, dan efisien. Namun, teknologi itu tetaplah alat. Yang menentukan teknologi dapat digunakan secara maksimal dan membawa arah usaha mereka tentunya kembali ke manusia itu sendiri. Karena itu, pelaku UMKM perlu mengetahui pentingnya menggunakan AI secara bijak tanpa kehilangan sentuhan atau peran manusia dalam berpikir, mengambil keputusan, dan menghadirkan nilai dalam usahanya,” tambah Brellian.
Kegiatan ini juga menghadirkan ruang belajar bersama para praktisi dan akademisi yang memiliki latar belakang berbeda. Peserta diajak melihat pengembangan UMKM dan berbagai sudut pandang, tidak hanya mengenai teknologi dan pemasaran, tetapi juga keberlanjutan usahanya di masa depan. Kondisi perekonomian, strategi penjualan, hingga pentingnya memahami risiko dan perlindungan bagi usaha pun dijabarkan.
“Ketangguhan UMKM tidak hanya dibangun dari kemampuan untuk bertahan, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar dan melihat peluang di tengah perubahan. Melalui program ini, kami berharap peserta mendapatkan bekal yang relevan dan dapat menggunakannya untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Brellian.
Melalui Jasindo Smartpreneur Academy 2026, Asuransi Jasindo ingin terus hadir mendampingi pelaku UMKM untuk tumbuh bersama perubahan dan mengembangkan usaha yang dimiliki. Bagi Asuransi Jasindo, penguatan UMKM merupakan bagian dari updaya mendukung masyarakat sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian Indonesia.
“Pada akhirnya, apa pun yang Asuransi Jasindo lakukan selalu kembali kepada manusia. Melalui Jasindo Smartpreneur Academy, kami ingin membantu UMKM naik kelas, siap menghadapi perubahan, dan terus tumbuh sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutup Brellian
Sumber Jasindo





























