
Badan Pengaturan BUMN menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan BP BUMN (BA 041) Tahun 2025 dengan *opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)*. Pemeriksaan juga mencakup Laporan Keuangan Investasi Pemerintah (BA 999.03) pada BP BUMN sebagai UAKPA BUN, dengan keseluruhan hasil pemeriksaan memuat 15 temuan pemeriksaan dan 29 rekomendasi.
Pada 30 September 2026, Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menghadiri penyerahan LHP BPK atas Laporan Keuangan (BA 041) dan Laporan Keuangan Investasi Pemerintah (BA 999.03) pada BP BUMN di Kantor Pusat BPK, Jakarta. Pemeriksaan atas LK BP BUMN dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, efektivitas sistem pengendalian intern, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, serta kecukupan pengungkapan.
Penyerahan LHP menjadi bagian dari penguatan akuntabilitas dan tata kelola pengelolaan keuangan negara. Dalam pemantauan tindak lanjut rekomendasi BPK sebelumnya, BP BUMN tercatat telah menyelesaikan 82,75% dari 585 rekomendasi, melampaui target BPK sebesar 75%. Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengelolaan keuangan BP BUMN.

Presiden Prabowo Subianto memimpin pembahasan program stimulus ekonomi dan sejumlah program pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, pada 30 September 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan program ekonomi hingga 2027. Berbagai program yang dibahas mencakup bantuan pangan bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi sekitar 13,3 juta pekerja, perluasan insentif PPh Pasal 21 DTP, hingga keberlanjutan dukungan sektor perumahan.
Pada 30 September 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, hadir dalam pembahasan program stimulus ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Pembahasan mencakup sejumlah program untuk kuartal IV 2026 hingga 2027, termasuk pembukaan rekening bagi masyarakat, bantuan pangan beras 10 kg untuk periode Oktober–Desember, program magang dan vokasi, perlindungan pekerja, serta skema KPR bersubsidi.
Berbagai program tersebut masih dalam proses pematangan dan penyiapan regulasi. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga perlindungan pekerja, mendukung sektor perumahan, dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi menuju 2027.

Empat perusahaan manajemen investasi BUMN resmi dikonsolidasikan di bawah PT Danantara Asset Management (PT DAM), menandai langkah lanjutan transformasi industri pengelolaan investasi nasional. Penggabungan PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, dan PT PNM Investment Management ditandai dengan penandatanganan Akta Penggabungan di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Konsolidasi ini menyatukan keahlian, jaringan distribusi, dan kapabilitas investasi keempat perusahaan untuk membentuk institusi manajemen investasi nasional yang lebih kuat dan kompetitif. Perusahaan hasil penggabungan juga diminta membangun sistem pengelolaan SDM yang profesional serta memperkuat tata kelola, teknologi, dan standar pengelolaan investasi.
Penggabungan ini diharapkan melahirkan institusi manajemen investasi nasional yang lebih kuat, berstandar global, dan mampu bersaing dengan pemain regional maupun global.

Wakil Kepala I BP BUMN bersama jajaran Deputi BP BUMN melaksanakan evaluasi dan update kinerja pelaksanaan tugas guna memastikan seluruh agenda kelembagaan berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan mandat pemerintah.
Melalui koordinasi intensif ini, BP BUMN berfokus pada penguatan kebijakan dan tata kelola BUMN, penataan portofolio (streamlining), hingga penguatan talent management dan transformasi human capital untuk keselarasan bisnis serta organisasi.
Langkah ini menjadi pondasi penting untuk mewujudkan ekosistem BUMN yang sehat, profesional, efisien, dan berdaya saing sebagai penggerak pertumbuhan dan pembangunan nasional.

Danantara Indonesia dan BP BUMN berkomitmen mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. BUMN mengerahkan jaringan ekosistem dalam mendukung operasional KDKMP.
Dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria memastikan kesiapan ekosistem BUMN menjadi infrastruktur distribusi pemerintah untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Selain menyalurkan barang, KDKMP juga menjadi titik layanan transaksi keuangan bagi warga. Dukungan lintas BUMN tersebut ditujukan untuk memperluas fungsi koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi desa.

Danantara Indonesia dan BP BUMN mendorong Pertamina Gas (Pertagas) mengambil peran strategis dalam pengembangan jaringan gas (jargas) nasional, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga. Dalam pertemuan dengan jajaran direksi Pertagas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Selasa (29/9/2026), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai pengembangan jargas dapat menjadi salah satu enabler menurunkan subsidi gas sekaligus mengurangi devisa outflow akibat impor LPG.
Untuk mendukung agenda tersebut, Pertagas diarahkan menyiapkan masterplan jargas nasional. Dokumen tersebut diharapkan menggambarkan arah pengembangan jargas secara menyeluruh, termasuk kesiapan infrastruktur, model bisnis, serta strategi pengembangan pasar, untuk kemudian dipresentasikan dalam 2–3 bulan ke depan.

Pertemuan internal Tim Danantara Indonesia membahas langkah strategis penyelesaian proyek LRT City oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), termasuk percepatan progres pembangunan dan penataan kembali pengelolaan proyek. Dalam pertemuan tersebut, COO Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menekankan pentingnya memastikan proyek berjalan sesuai rencana, dengan tetap memperhatikan aspek komersial, kondisi aset, serta keberlanjutan proyek.
Selain aspek bisnis, penyelesaian hunian ADCP juga menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan kepastian kepada masyarakat yang telah membeli dan menunggu penyelesaian rumahnya. Percepatan progres pembangunan menjadi perhatian utama, dengan target mulai menunjukkan perkembangan pada 1 Oktober 2026 serta memastikan proyek dapat diselesaikan secara baik, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi konsumen.

Penataan Pelindo Group terus diarahkan untuk memperjelas peran Holding, Regional, Service Line, dan anak usaha melalui transformasi struktur korporasi serta perubahan parenting model menuju active management. Hal ini ditegaskan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria saat rapat dengan jajaran PT Pelindo di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Program streamlining 2026 menargetkan penyederhanaan struktur dari 41 menjadi 24 entitas, dengan 11 dari 17 entitas yang masuk program telah menyelesaikan aksi korporasi dan enam lainnya masih berproses. Penataan tersebut mencakup merger, konsolidasi, divestasi, hingga likuidasi untuk membangun struktur bisnis yang lebih efektif dan efisien.

Sungai bukan sekadar aliran air. Di dalamnya ada kehidupan yang perlu kita jaga bersama.
Pada 11 September 2026, sebanyak lebih dari 15.000 benih ikan lokal ditebar di Kali Surabaya, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.
Aksi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pemulihan keanekaragaman hayati perairan sekaligus menjaga ekosistem sungai.
Upaya menjaga kelestarian sungai tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, Ecoton, PT Petrokimia Gresik, Pemerintah Daerah, perusahaan di sekitar sungai, komunitas lingkungan, sekolah, hingga masyarakat.
Bagi BP BUMN, kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa keberadaan BUMN tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga turut mengambil peran dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
musim kemarau, BUMN bersama pemerintah terus bergerak menjaga ketersediaan air.
Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahap II di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, Sumatera Utara.
OMC berlangsung selama 25 hari, mulai 21 September hingga 15 Oktober 2026, dengan tujuan mengoptimalkan potensi awan hujan di daerah tangkapan air sehingga dapat membantu menjaga ketersediaan air Danau Toba.
Dalam pelaksanaannya, BMKG memberikan dukungan teknis melalui analisis kondisi atmosfer, pemantauan pertumbuhan awan potensial, hingga penentuan strategi penyemaian.
OMC Tahap II menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 dengan bahan semai hybrid berupa suar dan NaCl. Total bahan semai yang disiapkan mencapai 24.000 kg.
Yang dijaga bukan sekadar air di Danau Toba. Ketersediaan airnya memiliki peran penting untuk air baku, pertanian, pembangkitan energi, hingga kebutuhan industri.
Pelaksanaan tahap II ini juga melanjutkan OMC Tahap I yang telah dilaksanakan pada April–Mei 2026. Pada tahap pertama, tinggi muka air Danau Toba tercatat meningkat dari 902,954 mdpl menjadi 903,003 mdpl, dengan rerata effective inflow 125,65 m³/detik atau meningkat 22,65% dibandingkan baseline inflow 102,44 m³/detik.
Langkah ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga sumber daya air secara berkelanjutan.
Bersama Kementerian Pekerjaan Umum, PJT I, PT INALUM, BMKG, dan para pemangku kepentingan, kolaborasi terus diperkuat untuk menjaga fungsi Danau Toba dan Sungai Asahan sekaligus mendukung ketahanan air, energi, dan pangan nasional.
Menjaga air hari ini, menjaga kehidupan dan ketahanan untuk masa depan.
Karena menjaga sungai bukan hanya tentang hari ini. Ini tentang memastikan kehidupan di dalamnya tetap terjaga untuk masa depan.
💧 Menjaga ikan berarti menjaga sungainya.
🌿 Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menghadiri pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jumat, 25 September 2026.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan perekonomian nasional dan sektor jasa keuangan, termasuk penguatan program untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, meningkatkan kesejahteraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam agenda tersebut, BUMN memiliki peran strategis melalui layanan keuangan, pembiayaan, investasi, serta berbagai layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
BP BUMN dan Danantara Indonesia terus memperkuat transformasi BUMN dan pengelolaan investasi negara agar semakin produktif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Ketua Dewan Komisioner

BP BUMN bersama sejumlah BUMN menyalurkan tali kasih kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang menjadi korban insiden Arupadhatu I saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas lingkungan BUMN kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Pada 24 September 2026, Wakil Kepala BP BUMN II, Tedi Bharata, bersama perwakilan Direksi BUMN menyerahkan tali kasih secara simbolis kepada perwakilan keluarga di Gedung BP BUMN, Jakarta. Dukungan tersebut dihimpun melalui kolaborasi Perum LPPNPI, Peruri, Perum Jasa Tirta I, Perum Jasa Tirta II, Pelindo, Jasa Marga, ASDP Indonesia Ferry, PTPN IV, dan Antara ETP.
Kolaborasi ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong BUMN untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga yang terdampak musibah. BP BUMN berharap dukungan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas di lingkungan BUMN.

Danantara Indonesia dan BP BUMN berkomitmen memperkuat daya saing industri tekstil dan sepatu nasional dari hulu hingga hilir guna menghadapi persaingan global dengan negara kompetitor.
Danantara meminta persoalan industri tekstil maupun sepatu dipetakan secara komprehensif yang meliputi kapasitas produksi, tren jangka panjang, ekspor, hingga perbandingan produktivitas dengan negara kompetitor. Hal ini untuk menekan beban produksi agak semakin efektif dan efisien.
Sebagai wujud dukungan, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan pelaku industri tekstik dan sepatu pada Selasa 22 September 2026. Para pelaku industri menyampaikan sejumlah tantangan industri mulai dari persoalan biaya, sistem kerja, hingga struktur biaya.
Danantara dan BP BUMN siap mendukung industri tekstil dan sepatu dengan mengintegrasikannya dengan pengembangan kawasan industri terintegrasi dengan infrastruktur logistik (pelabuhan, dry port, jalan tol, dan energi) guna menekan biaya operasional.
BUMN juga akan memaksimalkan penggunaan produk tekstil dan sepatu dalam negeri untuk menjamin kepastian permintaan pasar lokal.
Danantara dan BP BUMN juga akan berkoordinasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengurai hambatan lintas sektor, mulai dari perdagangan, investasi, hingga pembiayaan. Upaya ini diharapkan dapat membangun kembali fondasi manufaktur nasional, menyerap lapangan kerja luas, serta mengembalikan daya saing Indonesia di pasar domestik maupun global.

BP BUMN–Danantara Bahas Peran BUMN untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Penguatan kontribusi BUMN menjadi salah satu agenda penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional seiring perkembangan ekonomi global. Kinerja dan peran perusahaan negara menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Managing Director Chief Economist Danantara Indonesia, Reza Yamora Siregar, dan Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pembahasan mencakup kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui kegiatan ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Kolaborasi antara BUMN, pemerintah, dan Bank Indonesia diharapkan dapat mendukung penguatan fondasi ekonomi serta peningkatan daya saing Indonesia.
Penguatan ekspor, efisiensi, dan pengelolaan DHE menjadi bagian dari masukan kebijakan untuk menghadapi tekanan ekonomi global. Upaya menjaga stabilitas rupiah dan kecukupan devisa dengan tetap mempertahankan likuiditas, pertumbuhan kredit, dan momentum pertumbuhan ekonomi menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian global.
Sumber IG BP BUMN




























