
Teknologi membuka kemungkinan baru bagi Indonesia, dari energi dan pangan hingga infrastruktur. Tantangannya adalah bagaimana menghubungkan teknologi dengan kebutuhan nyata dan mengembangkannya menjadi solusi yang berdampak.
Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi, industri, dan investasi melalui pameran teknologi, presentasi proyek strategis, pertemuan bisnis, dan forum kolaborasi para pemimpin.
Danantara TIIF 2026
📅 26–28 Oktober 2026
📍 Fairmont Jakarta
Berinvestasi untuk Masa Depan: Mendorong Kemajuan Teknologi, Inovasi, dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari Road to Danantara Technology & Investment Forum 2026 (DTIIF 2026), para pemangku kepentingan strategis berkumpul untuk memajukan ambisi AI Indonesia melalui langkah nyata:
🔹 Memetakan kebutuhan AI dan data center ekosistem BUMN sebagai salah satu anchor demand nasional
🔹 Mengkaji kesiapan infrastruktur data center dan pasokan energi
🔹 Menjajaki skema investasi strategis
Diskusi ini menjadi langkah awal penting dalam memperkuat fondasi Sovereign AI Indonesia.
Nantikan informasi selanjutnya.

Mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia melalui investasi strategis, kolaborasi lintas sektor, dan transformasi berkelanjutan menjadi bagian dari langkah Danantara Indonesia dalam menjalankan perannya sebagai strategic investment institution.
Sepanjang 14–18 September 2026, Danantara Indonesia menjalankan berbagai agenda strategis, mulai dari pengembangan pendanaan berkelanjutan untuk ekosistem olahraga, penguatan pengelolaan sampah dan energi primer, hingga transformasi bisnis BUMN di sektor kesehatan, digital, dan ritel. Berbagai langkah ini turut memperluas ruang kolaborasi dan investasi untuk mendukung ketahanan serta daya saing Indonesia.

Konektivitas menjadi fondasi penting dalam menjaga mobilitas masyarakat dan menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Danantara Indonesia bersama BUMN terus memperkuat ekosistem transportasi melalui konektivitas darat, udara, dan laut. Melalui KAI, InJourney Airports, dan ASDP, pengembangan layanan transportasi terus diarahkan untuk menghadirkan mobilitas yang semakin terintegrasi, mudah diakses, dan mendukung aktivitas masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang melalui penguatan infrastruktur dan layanan transportasi yang menjangkau berbagai penjuru Nusantara.
Sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional, Danantara Indonesia bersama BUMN terus bergerak menjaga Indonesia tetap terhubung dan mendukung mobilitas masyarakat.
Dalam rapat terbatas yang dipimpin Bapak Presiden Prabowo di Hambalang, bersama Danantara, Bank Indonesia, OJK, DPR RI, dan BP BUMN, kami membahas perkembangan ekonomi nasional serta langkah strategis untuk memperkuat fondasi perekonomian ke depan.
Penguatan sektor dan akses keuangan, optimalisasi peran BUMN, serta percepatan investasi perlu bergerak dalam satu arah untuk menjaga momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang.
Lokasi: Hambalang, Bogor. Jumat, 25 September 2026

Capital.Resources.Dan Infrastructure. Tiga fondasi untuk memperkuat pertumbuhan Indonesia.
Dalam rangkaian pertemuan bersama CITIC Group di Jakarta, kami membahas peluang strategis di tiga sektor.
Capital bersama China Securities, membuka ruang kerja sama di pasar modal dan pembiayaan.
Resources bersama CITIC Resources, MIND ID, dan INALUM, memperkuat kolaborasi di sektor mineral strategis Indonesia.
Infrastructure bersama CITIC Construction dan BOPPJ, membahas peluang pengembangan infrastruktur, termasuk Giant Sea Wall Pantura.
Capital membuka akses.
Resources menciptakan nilai.
Infrastructure membangun masa depan.
Tiga agenda, satu tujuan yaitu memperkuat kapasitas Indonesia untuk tumbuh lebih besar dan lebih berdaya saing.

Pertumbuhan AI dan ekonomi digital akan terus meningkatkan kebutuhan terhadap kapasitas data center nasional.
Dalam Weekly BoD-MD Meeting Danantara, kami membahas penguatan ekosistem data center sebagai bagian dari rencana investasi strategis Danantara 2026.
Danantara siap mengambil peran dalam membangun infrastruktur ini, termasuk memperkuat kebutuhan teknologi dan komponen pendukung bagi industri pusat data.
AI membutuhkan data. Data membutuhkan infrastruktur. Dan Indonesia harus memiliki kapasitas untuk membangun keduanya
.

BPK RI resmi memulai pemeriksaan atas Laporan Keuangan Konsolidasian BPI Danantara Tahun 2025 melalui Grand Entry Meeting dan penyerahan Surat Tugas Pemeriksaan.
Laporan Keuangan Konsolidasian tersebut sebelumnya telah kami sampaikan kepada BPK pada 20 Juli 2026 dalam bentuk unaudited. Pemeriksaan mencakup BPI Danantara, PT Danantara Aset Manajemen (PT DAM), PT Danantara Investasi Manajemen (PT DIM), serta BUMN dalam struktur BPI Danantara.
Kami mendukung penuh proses pemeriksaan agar berjalan profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Semakin besar amanah yang dikelola, semakin tinggi standar akuntabilitas yang harus dijaga.
Lokasi Grand Entry Meeting Kantor Pusat BPK RI, Jakarta Pusat
Kamis, 17 September 2026Turut hadir Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara, Bapak Muliaman Hadad, dan Kepala BP BUMN, Bapak Dony Oskaria.

Welcome back to Indonesia, Sir Tony.
Pertemuan ini melanjutkan kolaborasi antara Tony Blair Institute (TBI) dan Danantara untuk membangun ekosistem digital dan AI Indonesia sekaligus menarik investasi berkualitas.
Transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Kita membutuhkan tata kelola yang kuat, infrastruktur yang siap, talenta yang unggul, dan energi yang berkelanjutan.
Bersama Sir Tony, kami juga membahas dinamika geopolitik, perubahan rantai pasok teknologi, perkembangan AI, hingga kebutuhan energi terbarukan yang akan semakin besar seiring pertumbuhan ekonomi digital.
Indonesia memiliki peluang untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang membangun dan menciptakan nilai dari teknologi masa depan.
Sesuai arahan Bapak Preside Prabowo, Danantara akan terus membuka ruang bagi investasi strategis yang memperkuat fondasi tersebut dan membawa Indonesia lebih dekat pada posisi yang lebih kuat dalam ekonomi masa depan.

MEMBAWA KISAH INDONESIA KE PANGGUNG GLOBAL
Minggu akhir September ini, United Nations General Assembly sedang berlangsung di New York. CIO Pandu Sjahrir berkesempatan untuk tidak hanya mengenalkan Danantara Indonesia, tapi juga membawa kisah Indonesia ke panggung dunia.
Selalu menarik menceritakan potensi dan keunggulan Indonesia. Membagikan hal-hal besar yang sedang kita kerjakan mulai dari pengelolaan sampah hingga global protein plarform. Juga menjajaki peluang kerja sama dengan mitra strategis di masa depan.
Selama dua hari ini CIO Pandu Sjahrir bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemimpin negara, eksekutif perusahaan global, ekonom, hingga petinggi media. Dari Eric Trump hingga David Solomon. Dari Mike Bloomberg hingga Jane Fraser. Juga diskusi hangat bersama Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Perdana Menteri Qatar, serta Mohammed Al-Sowaidi, CEO Qatar Investment Fund.
CIO Pandu Sjahrir bertemu dengan teman-teman diaspora Indonesia di New York di acara “Danantara buat Diaspora”. Di sana mengenalkan dan menceritakan progres Danantara Indonesia, sekaligus mendengarkan saran dan masukan berharga.
CIO Pandu Sjahrir percaya Indonesia memiliki right to win, memiliki potensi menjadi jauh lebih hebat lagi. Tapi, itu semua tidak bisa terwujud dalam semalam. Butuh kerja keras dan dukungan semua pihak. Butuh kerja sama dengan banyak institusi dan negara. Lewat forum, rapat, dan diskusi seperti inilah, interaksi dan kolaborasi bisa kita mulai. Selangkah demi selangkah, untuk Indonesia yang lebih baik. 🇮🇩

Permasalahan sampah tidak hanya memengaruhi kehidupan kita saat ini, tetapi juga masa depan anak-anak kita.
Untuk itu, Danantara Indonesia terus mempercepat solusi pengelolaan sampah berkelanjutan dan berbasis teknologi ramah lingkungan. Hari ini, Kamis 17 September 2026, Danantara Indonesia secara resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Ini menjadi fasilitas PSEL ketiga setelah PSEL Bali dan PSEL Kota Bekasi.
Apa dampak nyata dari proyek PSEL Bogor? Pertama, dari sisi pengelolaan sampah proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun. Kedua, proyek ini nantinya akan menurunkan emisi dari TPA hingga 80%. Ketiga, mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun. Keempat, mengurangi kebutuhan lahan untuk TPA hingga 80%. Kelima, membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau. Energi yang nanti dihasilkan juga diestimasi bisa menyuplai energi ke lebih dari 100 ribu rumah.
Setiap proyek PSEL mengacu pada standar tertinggi dan teknologi terkini. Misalnya dengan penggunaan teknologi moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System (APCS), insinerator ramah lingkungan minim emisi. Juga mengacu pada standar lingkungan European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), salah satu acuan pengendalian emisi industri yang paling ketat di dunia.
Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia memaparkan dampak strategis proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 yang resmi dibangun di Desa Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (17/9/2026). Proyek ini diproyeksikan menjadi katalisator penting dalam mengatasi krisis tempat pembuangan akhir, memperkuat bauran energi hijau, sekaligus menggerakkan ekonomi warga setempat.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa PSEL Bogor Raya 1 dibangun dengan mengadopsi regulasi lingkungan global berstandar tinggi, yakni European Union Industrial Emissions Directive (EU IED), guna menjamin proses pembakaran dan pengolahan limbah bebas dari polusi berbahaya.
“PSEL Bogor Raya 1 ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan memberdayakan ekonomi lokal. Dengan mengacu pada standar lingkungan Europe Industrial Emission Directive, proyek ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun, atau mencakup sekitar 45 persen dari total timbulan sampah terolah di Kota dan Kabupaten Bogor,” papar Pandu di hadapan para pemangku kepentingan di Desa Galuga.
Semoga apa yang kami bangun hari ini, bisa turut menciptakan masa depan yang lebih baik. Masa depan yang terbebas dari krisis sampah. Masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak kita.
Sumber IG Danantara, IG Rosan Roeslani, Berbagai Sumber































