Home / Berita / BRI Targetkan Jumlah Kartu Beredar Naik menjadi 2,32 Juta Keping

BRI Targetkan Jumlah Kartu Beredar Naik menjadi 2,32 Juta Keping

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. semakin agresif menggenjot bisnis kartu kredit. Setelah tumbuh lebih dari 25% pada 2018, tahun ini perseroan membidik persentase pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Executive Vice President Credit Card Division BRI Wibawa Prasetyawan berharap bahwa per akhir 2019 kartu kredit naik 50% secara tahunan (year-on-year/yoy). Per Februari 2019, nilai transaksi telah tumbuh 30% yoy. “Sektor leissure [pelesir] masih akan menjadi kontributor paling besar,” katanya di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Prasetyawan melanjutkan bahwa per Februari 2019, sektor pelesir menyumbang sekitar 30% terhadap total transaksi kartu kredit. Kemudian diikuti oleh kebutuhan sehari-hari berkontribusi sekitar 25% dan belanja busana lebih kurang 15%.

Tahun ini kegiatan pelesir akan kembali memainkan peran signifikan. Menurut Prasetyawan setidaknya sektor tersebut akan tumbuh sekitar 90% yoy. Pada tahun lalu transaksi terkait pelesri naik 124% yoy. “Leissure [pelesir] itu termasuk juga untuk membeli tiket bioskop, tapi hampir 85% di sektor itu larinya ke travel,” jelas Prasetyawan.

Sementara itu, tahun ini BRI juga menargetkan jumlah kartu kredit beredar naik signifikan. Perseroan menargetkan jumlah kartu beredar naik 16,2% yoy menjadi 2,32 juta keping.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan bahwa hal itu diharapkan tercapai dengan impelementasi teknologi yang telah diterapkan perseroan. Saat ini nasabah dapat mengajukan kartu kredit melalui dalam jaringan.

“Apabila dokumen lengkap dan tidak ada masalah, 2 kali 24 jam itu kami bisa kasih kartu kredit versi digital melalui email. Nanti kartu kredit aslinya akan dikirim menyusul,” katanya.

Satu strategi BRI untuk menggenjot bisnis kartu kredit adalah dengan memanfaatkan kerja sama yang telah terjadi dengan sejumlah perusahaan e-commerce atau dagang elektronik (dagang-el) dan maskapai penerbangan milik pemerintah. Teranyar, BRI bersama situs dagang-el Traveloka meluncurkan BRI Travel Fair.

Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari itu, BRI membidik total transaksi minimal Rp5 miliar. “Rata-rata transaksi lewat Traveloka itu sekitar Rp800.000. Berarti targetnya akan ada sekitar 6.000 transaksi,” kata Prasetyawan.

Handayani melanjutkan bahwa upaya perseroan membentuk ekosistem di industri pelesir tidak berhenti di situ. Perseroan juga mengenalkan program reguler Weekly Deals berupa diskon hingga 25% untuk pemesanan tiket transportasi dan hiburan bagi pengguna kartu kredit BRI. Program ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2019.

Head of Global Partnership Traveloka Yady Guitana mengatakan bahwa pelesir telah menjadi gaya hidup. Belanja masyarakat terkait hal itu terus meningkat setiap tahun. Adapun sepanjang tahun lalu kredit konsumer melalui kartu dan lainnya tumbuh 27,77% yoy menjadi Rp2,3 triliun. Realisasi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 2017, di mana BRI mencatat pertumbuhan sebesar 12,5% menjadi Rp1,8 triliun.

Namun, rasio kredit bersamalah (non performing loan/NPL) kredit melalui kartu dan lainnya naik signifikan. Pada 2018 rasio NPL menjadi 4,07%, dari sebelumnya 2,95% pada 2017.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Kemenhub Serahkan Pengelolaan dan Operasional Tiga Bandara ke BUMN

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan pengelolaan tiga bandara kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *