Home / Berita / Daily Economic Review: Stainless Steel Indonesia Terkena Bea Masuk Anti Dumping di Tiongkok

Daily Economic Review: Stainless Steel Indonesia Terkena Bea Masuk Anti Dumping di Tiongkok

Tiongkok akan mengenakan bea masuk anti dumping (BMAD) terhadap produk baja tahan karat (stainless steel) Indonesia.

Penyelidikan Pemerintah Tiongkok atas laporan dari Shanxi Taigang Stainless Steel, salah satu perusahaan negara yang memproduksi stainless steel, menunjukkan telah terjadi praktik dumping terhadap billet stainless steel dan pelat stainless steel canai panas (Hot Rolled Coil/HRC) yang menyebabkan kerusakan substantif terhadap industri stainless steel di Tiongkok.

Billet stainless steel dan HRC belum banyak diserap oleh pasar dalam negeri.

Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menyatakan bahwa kedua produk tersebut kemungkinan diproduksi oleh perusahaan asal Tiongkok yang beroperasi di Morowali, Sulawesi Tengah.

Penyebabnya adalah praktek manipulasi dokumen ekspor impor antara perusahaan induk di Tiongkok dengan anak usahanya di Indonesia.

Lebih jauh lagi, Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) menilai terjadi transaksi ekspor-impor stainless steel yang tidak wajar antara perusahaan di Tiongkok dengan anak usahanya di Indonesia dengan memanipulasi dokumen ekspor antar perusahaan tersebut.

Pengenaan BMAD terhadap kedua produk baja tersebut dapat membuat defisit neraca perdagangan Indonesia-Tiongkok semakin besar.

Indonesia tercatat telah mengimpor 1,9 juta ton stainless steel asal Tiongkok selama 2018, atau meningkat 53,7% (yoy). 

Sumber Bank Mandiri, edit koranbumn

Check Also

PP Presisi Perkirakan Hanya Bisa Belanjakan Modal Sebesar 70 Persen dari yang Dianggarkan

PT PP Presisi Tbk. konservatif dalam menggunakan dana belanja modal atau capital expenditure. Dari dana yang disiapkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *