Home / Berita / Dirut Farid Padang Siapkan Dua Langkah Percepatan Pengembangan Pelabuhan Manado dan Bitung

Dirut Farid Padang Siapkan Dua Langkah Percepatan Pengembangan Pelabuhan Manado dan Bitung

Indonesia sangat terkenal dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki. Dari catatan yang dirangkum Badan Pusat Statistik, SDA negeri ini mampu menopang pendapatan negara melalui ekspor berbagai komoditas.

Berbicara mengenai ekspor, tentu tak terlepas dari pelabuhan sebagai pintu masuk dan keluar berbagai komoditas baik dari dalam maupun luar negeri. Tentunya PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) sebagai pengelola sejumlah pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) juga memegang peranan yang cukup penting terhadap kondisi tersebut.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar PT Pelindo IV kembali menyiapkan rute Bitung – Davao untuk ekspor langsung ke Filipina dari Sulawesi Utara, saat beliau melakukan kunjungan ke wilayah tersebut, beberapa waktu lalu.

Menindaklanjuti kunjungan dan petunjuk dari orang nomor satu di negeri ini, Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang pun langsung mengambil langkah taktis untuk akselerasi pengembangan agar rencana yang semula konstruksi akan dimulai pada 2020 mendatang, namun dipercepat di tahun ini dengan dua konteks.

“Pertama, revitalisasi Pelabuhan Bitung baik infrastruktur dermaga dan lapangan penumpukan, serta penambahan suprastruktur dengan segera mendatangakan alat bongkar muat crane CC dan RTG untuk peningkatan produktivitas di Bitung yang menjadi Internasional Hub Port,” jelas Farid saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Jumat (12 Juli 2017).

Kedua, pihaknya akan melakukan pengembangan Manado Marina Bay baik infrastruktur Dermaga Cruiz dan Yacht, serta Gedung Convention maupun sentral perhotelan dan sentral kuliner yang terintegrasi.

Selain itu, Pelindo IV bersama dengan Pemprov Sulut juga akan ikut mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Merah untuk industri pengembangan komoditas ekspor maupun pengolahan, agar dapat terjadi hilirisasi dimana sistemnya akan terintegrasi dengan pelabuhan, sehingga biaya logistik dapat diturunkan.

Lebih lanjut Farid menuturkan, pihaknya juga akan melakukan beberapa langkah revitalisasi  aset milik Perseroan maupun Pemda setempat, antara lain dengan merelokasi beberapa pelabuhan, yakni Pelabuhan Rakyat Tanjung Merah maupun Pelabuhan Perikanan, serta rencana pengembangan ASDP yang akan di-ruislag atau tukar guling ke lokasi lain yang saat ini sementara dibahas dengan ASDP karena kapasitas Hub Port dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) memerlukan wilayah darat yang luas untuk meningkatakan kapasitas  pelabuhan berstandar Internasional yang handal, maka segera disiapkan beberapa infrastruktur utama seperti tambahan dermaga dan penambahan lapangan penumpukan serta penambahan alat bongkar muat.

Sementara itu, terkait persiapan rute Bitung – Davao untuk program ekspor langsung, pihaknya bersama pemerintah daerah akan menyiapkan komoditas unggulan yaitu kelapa dan ikan.

“Rencananya akan dibuka dua rute dengan Shipping Line, yakni rute Davao dan Vietnam. Juga rute Tanjung Lepas Hongkong dan Papua Nugini dengan menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai Hub yang didukung oleh beberapa pelabuhan Feederdibawah Pelindo IV seperti Gorontalo, Ternate dan Ambon,” terang Farid.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk tetap menjaga Konsolidasi Kargo agar program ekspor ini dapat kontinyu dan berdampak pada masuknya barang kebutuhan rumah tangga dan elektronik yang langsung dapat diperoleh di Sulut dengan adanya bukaan rute baru tersebut, sehingga inflasi daerah dapat terkendali.

“Dan yang tak kalah penting juga adalah, bahwa sinergi antara Pemerintah Daerah dan BUMN dalam mendukung program Pemerintah terkait meningkatkan Devisa Ekspor agar Neraca Perdagangan dapat terkendali.”

#Teken MoU#

Tak hanya berkonsentrasi pada pengembangan pelabuhan demi mendukung peningkatan ekspor, memasuki era 4.0, PT Pelindo IV juga ikut melebarkan sayap dengan merambah bisnis lain melalui dukungan terhadap program pariwisata daerah yang terintegrasi.

Di Sulawesi Utara, PT Pelindo IV berencana membangun Manado Marine Bay yang berada dalam kawasan wisata Taman Laut Bunaken, yang saat melakukan kunjungan ke wilayah paling utara di Pulau Sulawesi ini, Presiden Jokowi juga meminta agar BUMN kepelabuhanan ini segera membangun Manado Marine Bay (MMB).

Menyikapi hal tersebut, Dirut Pelindo IV Farid Padang juga berencana melakukan percepatan pembangunan terkait pariwisata yang akan dilakukan terintegrasi dengan Pusat, MMB maupun Terminal Penumpang di Pelabuhan Bitung serta Bandar Udara Sam Ratulangi yang juga sudah membuka beberapa rute penerbangan Internasional.

“Hal ini tentu akan meningkatkan devisa daerah dari segi pariwisata karena jumlah wisatawan mancanegara maupun domestik akan bertambah,” ujar Farid.

Untuk itu, dalam kesempatan kunjungan silaturahmi Dirut Pelindo IV kepada Gubernur Sulsel pada Jumat (12 Juli 2019), keduanya sepakat menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU untuk bersinergi dalam memajukan perdagangan dan industrialisasi di Sulut maupun Kawasan Timur Indonesia dalam mengantisipasi era industri 4.0.

“Tentunya, akan dilengkapai dengan Sistem Teknologi Informasi yang baik.”

Selanjutnya, MoU yang didalamnya terdapat point Pengembangan Pelabuhan untuk Ekspor dan Pariwisata, serta Meningkatkan Konektivitas yang Berkelanjutan dengan Membuka Rute-rute Pelayaran Baru ini akan segera dilaporkan kepada Menteri BUMN maupun Menteri Perhubungan.

Sumber Pelindo IV , edit koranbumn

 

Check Also

Kementerian ESDM Bagi-bagi Pengelolaan Blok Corridor ke ConocoPhillips, Pertamina dan Repsol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral resmi menyerahkan pengelolaan Blok Corridor ke ConocoPhillips, Pertamina dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *