Home / Berita / Dirut KAI Resmikan Klinik Mediska Di Stasiun Jatibarang, Klinik Layanan Kesehatan KAI untuk Masyarakat

Dirut KAI Resmikan Klinik Mediska Di Stasiun Jatibarang, Klinik Layanan Kesehatan KAI untuk Masyarakat

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro meresmikan Klinik Mediska di Stasiun Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (27/3). Klinik Mediska merupakan layanan kesehatan KAI untuk masyarakat. Menurut Edi total Klinik Mediska saat ini sudah mencapai 55 unit. “Sekarang ada 55 klinik pelayanan (kesehatan) seperti ini harus terus diutamakan. Jadi, KAI tidak hanya fokus pada pelayanan soal angkutan penumpang, tapi memberikan pelayanan terhadap lingkungan sekitar, seperti kesehatan,” kata Edi.

Edi menyebutkan KAI akan terus membangun pelayanan kesehatan di sembilan daerah operasi (daop) yang tersebar di Jawa. “Yang paling utama itu pembangunan klinik di stasiun-stasiun besar, karena kan penumpangnya padat,” ucap Edi.

Sementara layanan kesehatan yang diberikan di Klinik Mediska Jatibarang itu meliputi fasilitas rawat jalan tingkat pertama atau Faskes I antara lain Poli Umum, Poli Gigi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) juga dilengkapi dengan fasilitas laboratorium sederhana, pelayanan obat serta instalasi gawat darurat.

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien ditangani langsung oleh enam tenaga medis KAI profesional. Klinik Mediska Jatibarang beroperasi dari  Senin sampai Sabtu. Pihaknya berjanji akan menambah jumlah Klinik Mediska sebagai upaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Bahkan, jika perlu Klinik Mediska yang sudah ada dan jajarannya mampu, maka akan dibesarkan sesuai kebutuhan masyarakat. “Selagi kami mampu ya mengapa tidak, prinsip kami sebagai BUMN ialah apa yang didapat harus kembali ke masyarakat,” kata Edi Sukmoro.

Lebih lanjut ia menjelaskan animo penumpang kereta api terbilang tinggi. Bahkan, pada 2018 lalu total penumpang kereta api mencapai 425 juta. Sehingga perlu adanya pelayanan kesehatan di lingkungan stasiun, baik itu untuk penumpang dan masyarakat umum.

“Tahun lalu kita mengangkut 425 juta penumpang, penduduk kita saja baru 250 juta. Ini menandakan bahwa kereta diminati,” ujarnya. Dia tak menampik pembangunan layanan kesehatan bagian dari persiapan angkutan mudik lebaran. “Iya pasti (untuk mudik). Bukan cuma itu, 17 April nanti juga bisa digunakan, karena kan banyak yang balik kampung untuk memilih,” kata Edi. (Public Relations KAI)

Check Also

Penataan Aset Negara, Jasa Tirta II Berharap Dapat Tingkatkan Pendapatan

Perum Jasa Tirta II merampungkan pembangunan hotel dan pusat pendidikan di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *