Home / Berita / Infrastruktur Luar Jawa Dikembangkan, Saham BUMN Karya Masuk Radar Broker Asing

Infrastruktur Luar Jawa Dikembangkan, Saham BUMN Karya Masuk Radar Broker Asing

 Rencana besar pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur di luar Jawa untuk periode 5 tahun ke depan dengan anggaran US$ 300 miliar telah membuat pelaku pasar meminati enam BUMN infrastruktur.

PT Deutsche Sekuritas Indonesia dalam risetnya meminati PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan merekomendasi Buy untuk keenam perusahaan itu.

“Pesan yang sama: mencoba mengalihkan [pembangunan infrastruktur] ke daerah luar pulau utama, dan mencoba menarik minat partisipasi swasta. Diprediksi besaran belanja infrastruktur keras seperti 5 tahun ke belakang (lebih dari US$ 300 miliar),” ujar analis Deutsche Sekuritas dalam riset tersebut.

Jasa Marga adalah BUMN operator tol, sedangkan WIKA, WSKT, ADHI, dan PTPP adalah empat BUMN kontraktor infrastruktur utama.

WSKT sendiri saat ini berjuluk raja jalan tol karena menjadi pemegang konsesi jalan tol terbesar di Indonesia. Di sisi lain, WSBP adalah anak usaha WSKT yang fokus pada produksi beton pracetak terutama untuk mendukung bisnis induk usahanya serta perusahaan kontraktor BUMN lain.

Selain poin anggaran infrastruktur tersebut, dua poin fokus lain pemerintah dalam 5 tahun ke depan juga dinilai Deutsche Sekuritas positif.

Ketiga poin fokus didapatkan Deutsche Sekuritas setelah bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

Poin fokus pertama adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi dari saat ini 5%-5,2% menjadi 5,4%-6% dengan beberapa pengembangan, serta menjaga dari ketidakseimbangan pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan tersebut adalah industrialisasi berdasar sumber daya alam di daerah non pulau utama, seperti Morowali yang merupakan contoh praktik terbaik dari rencana industrialisasi itu.

Contoh industrialisasi di Morowali tersebut akan diikuti oleh China di tambang nikel Wedabai yang berlokasi di Maluku Utara.

Langkah lain adalah dengan cara pengembangan SDM melalui edukasi dan infrastruktur guna meningkatkan kontribusi buruh dan produktivitas terhadap pertumbuhan ekonomi dari posisi saat ini 5%.

Pengembangan SDM tersebut terutama mengingat status Indonesia yang diprediksi akan menjadi negara kelas ekonomi berpendapatan menengah ke atas pada 2020.

Poin fokus lain adalah rencana ibukota baru, dengan kandidat terbaik di Kalimantan yang sudah tersedia lahannya sekitar 40.000 hektare.

Rencana ibukota baru tersebut diprediksi akan memakan waktu 10 tahun dengan populasi 1,5 juta serta terbuka untuk penyertaan modal swasta-pemerintah (public-private partnership, PPP).

Selain itu, pemerintah juga menargetkan akan ada enam metropolitan baru yaitu Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Makassar, dan Manado.

Sumber CNBC, edit koranbumn

Check Also

Penandatanganan Nota Kesepahaman Pelaksanaan, Pengamanan, Pelayanan Bersama, dan Penegakan Hukum pada Jalan Tol di Indonesia

Telah dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman Pelaksanaan, Pengamanan, Pelayanan Bersama, dan Penegakan Hukum pada Jalan Tol …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *