Home / Kinerja & Investasi / Inilah Alasan Mengapa Milenial Perlu Tahu Tentang Pelabuhan

Inilah Alasan Mengapa Milenial Perlu Tahu Tentang Pelabuhan

Halo Portizen! Awal Oktober ini Pelindo III kedatangan tamu para creative content creator muda yang aktif membagikan pengalaman-pengalaman mereka pada media sosial Instagram. Mereka ialah @boylagi, @catatanbackpacker, @mrizag, @dianrockmad, @astrityas, @caesadhanisa, @kopertraveler, dan @efener. Secara gabungan, mereka memiliki lebih dari 325 ribu follower. Pelindo III mengajak mereka port visit ke Terminal Petikemas Surabaya, Terminal Teluk Lamong, Surabaya North Quay, dan ke destinasi wisata binaannya, Kampung Lawas Maspati, hingga ke Pameran IBD Expo 2018.

VP Corporate Communication Pelindo III R. Suryo Khasabu menyebutkan, meski sebagian besar bisnis Pelindo III ialah B to B dengan pengguna jasa logistik alias hampir tidak ada dagangan langsung (retail), namun tetap menjadi korporasi profesional yang membuka diri di media baru, seperti media sosial. Terutama aplikasi Instagram yang sedang booming. “Jadi para netizen yang kami sebut dengan portizen merupakan stakeholder baru yang patut diajak bekerja sama. Konten media sosial Pelindo III akan berguna sebagai awareness campaign tentang dunia kemaritiman untuk generasi milenial. Semakin sadar mereka betapa vitalnya sektor maritim, akan semakin siap mereka untuk turut mendorong Indonesia menjadi bangsa maritim yang besar,” ujarnya.

@caesadhanisa atau Caesa Ramadhanis membenarkan hal tersebut. Menurutnya di era digital seperti sekarang ini, para influencers bisa memberikan informasi dgn gaya bahasa yang mudah dipahami oleh audience instagram. “Sekarang ini anak muda lebih suka buka platform digital daripada printed, jadi untuk lebih mudah menggaet Generasi Z sebenarnya menggunakan influencer adalah inovasi baru untuk membantu perusahaan dalam menyampaikan pesannya kepada generasi muda,” ujar sarjana di bidang transportasi laut tersebut.

@efener atau Farchan Noor Rachman, blogger, mengungkapkan, masyarakat perlu tahu business process sebuah BUMN. “Ternyata pelabuhan itu sesuatu yang kompleks dan menjadi tulang punggung distribusi. Bertemu dengan operator crane dan masuk ke kabinnya. Saya bisa merasakan bagaimana sibuknya kerja sebagai operator crane di pelabuhan,” komentarnya usai melihat langsung bagaimana profesionalitas insan pelabuhan penting untuk menwujudkan kerja logistik yang efektif.

@catatanbackpacker atau Ashari Yudha juga tidak menyangka, bekerja di pelabuhan tidak semudah yang dikira. Penuh risiko dan tanggung jawab. “Sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan sistem pelayaran logistik yang kuat. “Mulai dari Pelindo 1, IPC, Pelindo III, dan Pelindo 4 sudah sangat siap mendukung sistem pelayaran Indonesia tersebut,” tambahnya saat mengunjungi boothPelindo di Pameran IBD Expo 2018 di Grand City, Surabaya. @kopertraveler atau Hartadi Putro juga melihat bahwa layanan yang diberikan oleh Pelindo III sudah bisa disejajarkan dengan negara maju lain dan hal tersebut menunjukkan kesiapan yang sangat bagus untuk menyongsong era yang akan datang.

@dianrockmad atau Dian Bayutirto bahkan awalnya mengaku skeptis terhadap BUMN yang bukan go public, tapi nyatanya Pelindo III mampu berkembang pesat, baik dari kinerja, teknologi, informasi dan komunikasi. “Dari trip dengan Pelindo III saya jadi lebih tahu bahwa pelabuhan atau bidang kemaritiman memegang peranan penting dari sektor penghubung perdagangan agar pemenuhan kebutuhan merata di seluruh Indonesia. Karyawan Pelindo III juga sangat hangat dan welcome (terbuka). Warga kampung binaannya juga tidak kalah ramah. Seperti mendapati rumah kedua, ingin silaturahmi ke sana lagi jika ke Surabaya,” akunya.

@astrityas atau Astri Gustiningtyas juga merasakan hal yang sama. “Orang-orang di sini (Kampung Maspati) ramah dan kreatif banget, dari ujung jalan sampai ke ujung RT melihat kanan-kiri warna-warni. Salut bisa membuat sebuah kampung menjadi objek pariwisata yang menarik dikunjungi,” ceritanya. Ia juga memberikan saran, perlu mendatangkan tenaga ahli kreatif untuk mengajarkan ibu-ibu atau remaja. Misalnya untuk mengolah hasil sumber daya laut yang dijadikan makanan atau souvenir. Sehingga bisa mengembangkan bisnis di kampung lawas.

Selain itu, Astri juga terkesan saat menikmati suasana sunset dengan barbeque dan live music di Surabaya North Quay. “Indah banget warna langitnya!,” kenangnya. @Masboy atau Hardiyanto yang kondang sebagai ‘papanya para Instagrammer’ mengungkapkan bahwa BUMN perlu mengelola media sosial dengan baik untuk menginformasikan kepada banyak orang yang belum tahu. “Apalagi jika punya lokasi atau tempat-tempat bagus yang instagramable!,” ujarnya.

Setelah seluruh kunjungan selama dua hari itu usai, @mrizag atau Rizal Agustin mengungkapkan, peningkatkan produktivitas, pelayanan, hingga fasilitas menjadi bukti kinerja membangun negeri dari masing-masing peran. Bukan hanya di sisi ekonomi tapi juga sisi pariwisata. “Rasanya tagline BUMN terus membangun negeri ini benar adanya. “Pengalaman pribadi saya setelah diajak berkeliling di area Pelindo III dengan berbagai macam keunggulan dan kecanggihan yang dimiliki Pelabuhan Tanjung Perak, kebanggaan saya menjadi orang Indonesia pun ikut bangkit. Rasanya masyarakat di luar sana perlu juga informasi lebih jauh mengenai BUMN yang mendorong pembangunan negeri,” ungkapnya bangga. (Hafidz Novalsyah)

Sumber Pelindo III

Check Also

Pesanggrahan Mangkunegaran IV, Jadi Obyek Wisata Baru Royal Besaran

Banyak dari kita menganggap bahwa, mencoba menu makanan baru menjadi salah satu aktivitas yang selalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *