PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) Jamkrindo terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Jamkrindo untuk menghadirkan ekosistem penjaminan yang mampu mendukung pertumbuhan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dari penguatan penjaminan di wilayah Jawa Barat. Hingga Agustus 2026, Kantor Wilayah Bandung Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp21,9 triliun dengan jumlah pelaku UMKM terjamin mencapai 259.897 debitur.
Adapun Cabang Cirebon turut memberikan kontribusi dengan volume penjaminan sebesar Rp4,72 triliun yang telah menjangkau 56.622 pelaku UMKM. Produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu produk dengan volume penjaminan yang tinggi dalam portofolio tersebut.
Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Ardhi Setyarko mengatakan, penjaminan memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya. “Penjaminan merupakan salah satu bentuk dukungan Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ardhi saat melakukan kunjungan ke Kantor Jamkrindo Cabang Cirebon, Rabu (23/9/2026).
Menurut Ardhi, peran tersebut semakin relevan di tengah dinamika ekonomi yang menuntut pelaku usaha memiliki kemampuan untuk menjaga keberlangsungan dan mengembangkan bisnis. Dalam konteks tersebut, Jamkrindo terus memperkuat fungsi penjaminan sebagai bagian dari mitigasi risiko yang mendukung kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan.
“Kami hadir untuk mendukung kontinuitas bisnis (business continuity) para pelaku usaha. Melalui mitigasi risiko dan penjaminan yang kami berikan, mitra finansial memiliki dukungan dalam menyalurkan pembiayaan, sementara pelaku usaha memperoleh ruang untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar,” kata Ardhi.
Peran penjaminan tersebut tercermin langsung dari manfaat yang dirasakan pelaku usaha di berbagai sektor. Salah satunya PT Sriwijaya Putra Mandiri yang bergerak di bidang jasa konstruksi sipil dan mengerjakan berbagai proyek di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah Jawa dan Sumatera.
Direktur Utama PT Sriwijaya Putra Mandiri Irwan Muslim mengatakan, dukungan Surety Bond dari Jamkrindo membantu perusahaan dalam mengikuti tender sekaligus memenuhi kebutuhan penjaminan pelaksanaan proyek.
“Dukungan Surety Bond dari Jamkrindo sangat membantu kami dalam mengikuti tender dan menjamin pelaksanaan proyek di lingkungan PT KAI. Penjaminan ini memungkinkan kami mengikuti berbagai proyek strategis tanpa membebani arus kas perusahaan untuk agunan tunai, sehingga operasional dan kelangsungan usaha kami tetap berjalan optimal,” ujar Irwan.
Selain sektor konstruksi, manfaat penjaminan juga dirasakan pelaku UMKM penerima KUR. Jamkrindo turut mengunjungi Meylani Agustina, pelaku usaha produsen kue di Cirebon, yang memanfaatkan pembiayaan KUR untuk mendukung pengembangan usahanya.
Meylani mengatakan tambahan modal melalui KUR membantu memenuhi kebutuhan produksi sekaligus meningkatkan kapasitas usahanya.
“Dengan adanya KUR, saya mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha produksi kue. Modal tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Meylani.
Ardhi menambahkan, dukungan Jamkrindo kepada pelaku usaha juga dilakukan melalui pengembangan produk penjaminan yang menjawab beragam kebutuhan pembiayaan dan aktivitas bisnis. Selain KUR, Jamkrindo menyediakan berbagai produk penjaminan non-program, antara lain penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, Surety Bond, Customs Bond, bank garansi, penjaminan distribusi barang, serta produk penjaminan lainnya.
Diversifikasi produk tersebut memperkuat peran Jamkrindo dalam membangun ekosistem penjaminan yang semakin luas dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha. Penjaminan dapat mendukung pelaku usaha dalam memperoleh akses pembiayaan sekaligus menjalankan aktivitas bisnis yang membutuhkan dukungan penjaminan, termasuk dalam mengikuti tender dan melaksanakan proyek pemerintah maupun swasta.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat produk dan layanan penjaminan agar semakin mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha. Dengan ekosistem yang semakin kuat, kami ingin memastikan penjaminan dapat memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan usaha, perluasan bisnis, dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” tutup Ardhi.
Sumber Jamkrindo





























