Home / Berita / Jemparingan, Tradisi Panahan Kuno Asli Yogyakarta

Jemparingan, Tradisi Panahan Kuno Asli Yogyakarta

Olahraga telah menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat. Tidak hanya olahraga sepak bola dan bulu tangkis yang saat ini sedang banyak digandrungi orang-orang. Olahraga panahan pun masih menjadi favorit, sebut saja Jemparingan.

Jemparingan merupakan tradisi panahan kuno asli Yogyakarta yang sampai saat ini masih dilestarikan keberadaannya. Jemparingan sudah ada sejak zaman kerajaan ratusan tahun silam. Awalnya Jemparingan hanya dimainkan oleh para bangsawan kerajaan dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu, panahan tradisional ini mulai dimainkan juga oleh rakyat biasa sebagai hiburan dan bentuk pelestarian budaya.

Jemparingan ini juga dapat ditemukan di Taman Wisata Candi Borobudur, dengan tiket yang terjangkau. Pengunjung mendapat kesempatan 6 kali percobaan memanah. Saat memainkan Jemparingan, pengunjung dipandu langsung oleh instruktur jemparingan dan diarahkan bagaimana cara memegang busur panah dan posisi badan saat memanah. Seperti, posisi tangan kiri harus lurus saat memegang busur panah dan tangan kanan menarik tali busur agar anak panah melesat tepat sasaran. Selain itu posisi badan harus duduk bersila dan menghadap ke kanan.

Pada Jemparingan terdapat papan target, pengunjung ditantang untuk membidik sasaran pada papan target yang terdapat bandulan berwarna merah putih dan disertai kerincingan yang akan berbunyi jika pengunjung dapat membidik sesuai target sasaran. Apabila mengenai target sasaran berwana putih, pengunjung mendapat bonus 1 anak panah dan dapat dimainkan lagi, sedangkan yang berwarna merah, pengunjung mendapat bonus 3 anak panah. Saat memainkan jemparingan ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan teknik yang benar.

Di Taman Wisata Candi Borobudur, Jemparingan dapat dicoba oleh siapapun mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Busur panahnya pun dibedakan sesuai umur dan gender, seperti untuk anak-anak disediakan busur panah yang lebih ringan, sedangkan untuk laki-laki dan perempuan dibedakan dari ukuran panjang busur panah.

Sumber TWC, edit koranbumn

Check Also

Tahun Depan, BRI Syariah Targetkan Penyaluran KUR Sebesari Rp 3 Triliun

BRI Syariah menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) syariah pada tahun 2020 mencapai Rp 3 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *