Home / Berita / Kapasitas Terpasang Pembangkit Listrik EBT di Jawa Barat Bertambah Jadi 69 Persen

Kapasitas Terpasang Pembangkit Listrik EBT di Jawa Barat Bertambah Jadi 69 Persen

Kapasitas terpasang pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Barat bertambah menjadi 69 persen seiring beroperasinya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Rajamandala berkapasitas 1×47 MW.

PLTA yang berlokasi di Desa Cihea, Haurwangi, Cianjur tersebut telah meningkatkan kapasitas pembangkit pembangkit EBT yang beroperasi dari Jawa Barat yang sebelumnya 68 persen.

PT PLN (Persero) juga mencatat bauran EBT untuk pembangkitan pada sistem kelistrikan Jawa-Bali telah mencapai 10,1 persen dan akan terus mengalami peningkatan seiring beroperasinya sejumlah pembangkit listrik dengan energi tersebut.

EVP Konstruksi PLN Regional Jawa bagian Tengah Dady Murihno mengatakan optimistis dengan beroperasinya PLTA Rajamandala akan mendorong target bauran EBT untuk pembangkitan sebesar 23 persen pada 2025.

Menurutnya, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019-2028, target bauran energi baru terbarukan (EBT) adalah mencapai 23 persen pada 2025 atau sama dengan 6,7 GW.

Dady menambahkan, setelah sukses mengoperasikan PLTA Rajamandala, akan ada sejumlah pembangkit tenaga air yang akan beroperasi dalam waktu dekat yakni PLTA Jatigede dengan kapasitas 2×5 MW yang rencananya beroperasi komersial pada September 2019. Selain itu, PLTA Cisokan yang sebentar lagi akan memasuki tahap pengerjaan utama.

“Penyelesaian proyek ini dapat membantu PLN untuk mencapai target,” katanya, Jumat (12/7/2019).

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris mencatat total kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga air telah mencapai 6.303 MW menyusul masuknya PLTA Rajamandala ke sistem listrik Jawa-Bali.

PLTA merupakan pembangkit EBT yang paling banyak beroperasi di Indonesia.

“PLTA yang terbesar dari implementasi pembangkit renewable, tetapi yang lain wind solar, biomass, panas bumi juga akan terus bertambah sehingga target 23 persen pada 2025 bisa tercapai,” katanya.

sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

IPC Gelar FGD Profesional Auditor Forum

Bekerja sama dengan The Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA), dan Associations of Certified Fraud …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *