Home / Berita / Kementerian ESDM Lakukan Reformasi Tata Kelola Industri Ekstraktif Sektor ESDM.

Kementerian ESDM Lakukan Reformasi Tata Kelola Industri Ekstraktif Sektor ESDM.

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan penataan dalam industri ekstraktif sektor ESDM agar menciptakan iklim investasi yang nyaman bagi para stakeholder sektor ESDM.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) ESDM Agus Cahyono mengata-kan, ada empat hal yang menjadi poin penting dalam reformasi tata kelola Industri ekstraktif sektor ESDM. Pertama, adalah fairness antara Pemerintah dengan Badan Usaha.

Di sektor mineral dan batubara (minerba), Pemerintah melakukan penataan izin dan kontrak pertambangan melalui status Clear and Clean (CnC). Tahun 2014, terdapat 10.643 Izin Usaha Pertambangan (IUP). Setelah dipangkas dengan CnC, pada tahun 2018 jumlahnya menjadi 5.670 IUP.

“Meskipun IUP yang terdaftar menurun, namun jumlah PNBP Minerba malah meningkat dan realisasinya mencapai 50 Triliun, melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar 32,1 Triliun (156%). Kementerian ESDM bersama-sama dengan KPK meningkatkan transparansi Badan Usaha,” lanjut Agus.

Agus menjelaskan poin kedua dalam reformasi tata kelola Industri ekstraktif sektor ESDM adalah memangkas perizinan yang menghambat investasi. Hingga 2018, total sebanyak 186 regulasi/perizinan di sektor ESDM dicabut. “Dengan rincian ada 56 regulasi/perizinan di sektor migas, 96 regulasi/perizinan sektor minerba, 20 regulasi/perizinan sektor listrik serta 14 regulasi/perizinan sektor EBTKE,” jelasnya.

Selanjutnya, adalah memberikan kemudahan akses data dengan terintegrasinya sistem dan proses bisnis serta data untuk pengelolaan dan penyimpanan data sub-surface dan berbasis standar internasional.

Yang terakhir adalah akuntabilitas dengan perbaikan tata kelola, penerapan Beneficial Ownership, serta menerapkan Online System yang terintegrasi dalam Pengelolaan Minerba.

Sumber PTBA,IMA, edit koranbumn

Check Also

Tower 20 kV PLN Selesai Dibangun, Pulau Rupat Surplus 3,4 MW

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri telah menuntaskan pengerjaan tower 20 kV …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *