Home / Berita / Kementerian Perhubungan Pastikan Landas Pacu Ketiga Bandara Soekarno-Hatta Operasi Penuh pada November 2019

Kementerian Perhubungan Pastikan Landas Pacu Ketiga Bandara Soekarno-Hatta Operasi Penuh pada November 2019

Kementerian Perhubungan memastikan landas pacu (runway) ketiga Bandara Soekarno-Hatta baru bisa beroperasi penuh pada pertengahan November 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kapasitas runway pertama dan kedua saat ini mencapai 81 pergerakan pesawat untuk lepas landas (take off) dan mendarat (landing). Kapasitas penuh ketiga runway saat beroperasi bisa mencapai 114 pergerakan.

“Saat ini runway masih beroperasi terbatas dulu karena panjangnya baru 2.500 m dari total keseluruhan 3.000 m. Kita harapkan November [beroperasi penuh],” kata Budi, Minggu (21/7/2019).

Dia menambahkan runway ketiga bisa menambah kapasitas pergerakan pesawat, sehingga berdampak pada kenaikan level layanan pengelola bandara. Di sisi lain, waktu tunggu pesawat saat hendak landing juga bisa berkurang.

Selama ini, pesawat yang akan landing di Bandara Soekarno-Hatta seringkali harus berputar-putar di udara (holding) untuk antri menunggu landasan kosong. Durasi waktu pesawat saat di holding area bisa mempengaruhi keselamatan penerbangan.

Sementara, lanjutnya, antrean pesawat saat hendak take off juga mencapai lima hingga tujuh. Diharapkan operasional runway ketiga bisa mengurangi antrean pesawat di holding bay.

Sebelumnya, Budi menuturkan runway ketiga bisa mempermudah operator bandara saat melakukan perawatan. Setiap waktu tertentu runway harus dijaga kualitasnya dan segera dilakukan perbaikan jika dibutuhkan.

Pihaknya menjelaskan spesifikasi runway ketiga juga cukup memuaskan, yakni memiliki PCN di atas 86. Artinya, pesawat berlorong ganda (twin aisle) seperti Boeing 777 bisa melakukan pergerakan di runway dengan kapasitas penumpang penuh.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Holding Pelindo Jadi Solusi Tingkatkan Standarisasi Pelabuhan RI

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, Elvyn G Masassya menyebutkan saat ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *