Home / Berita / Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sinergi dengan TNI untuk Pemanfaatan Aset Lahan

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sinergi dengan TNI untuk Pemanfaatan Aset Lahan

Terus menggenjot proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menggandeng Kodam III/Siliwangi untuk melakukan sinergi, khususnya di kawasan Cimahi. Sinergi pun dilakukan lewat penandatanganan kerja sama kedua belah pihak untuk pemanfaatan aset lahan.

Perjanjian tersebut ditandatangani Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra dengan Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono di Bandung, Jumat (5/7). Dalam perjanjian tersebut, disepakati kerja sama aset TNI Kodam III Siliwangi berupa lahan Brigif Kujang II Cimahi dengan aset PT KCIC berupa tanah di Desa Cijayana dan Desa Samudra Jaya bersama dengan fasilitas berupa kolam renang di daerah Yonarhanudse Cirebon dan Yonzibur Pangalengan

Area lahan Brigif Kujang II Cimahi memang dilewati pembangunan trase kereta cepat Jakarta-Bandung berupa konstruksi jalu elevated (jembatan). Sehingga, konstruksi yang dibangun di atas lahan tersebut akan menjadi salah satu jalur moda transportasi massal modern yang diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara.

“Adanya kerjasama ini, kami optimis proses pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dapat berjalan dengan lebih progresif sehingga mencapai target yang telah ditetapkan,” ungkap Chandra dalam pernyataan resminya, Jumat (5/7).

Selain itu, KCIC berharap kesempatan yang diberikan untuk membangun kereta cepat, dapat menjadi media pembelajaran teknologi transportasi massal modern, sekaligus mampu membuka lapangan kerja untuk ribuan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Tri Soewandono memastikan bahwa kerjasama tersebut telah mendapat persetujuan lewat proses berjenjang. Mulai dari Mabesad, Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, hingga Menteri Keuangan RI.

Asal tahu saja, Depo kereta cepat Jakarta Bandung yang merupakan fasilitas perawatan kereta cepat pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara, saat ini sudah mulai dibangun. Di tanah seluas 85.44 hektare (ha), Depo akan dibangun di kawasan Tegalluar.

Nantinya, Depo untuk kereta cepat Jakarta-Bandung akan memiliki delapan jalur untuk menampung 11 trainset kereta cepat. Di mana setiap trainset akan memiliki delapan kereta, yang mana dua dari 11 trainset akan menjadi kereta cadangan dan kereta pengganti pada saat kereta utama sedang menjalani perawatan.

Kedepannya, depo Tegalluar ini akan dikembangkan untuk jenis perawatan yang makin kompleks, seperti perawatan kereta setelah mencapai jarak tempuh lebih dari 3 juta km atau setara dengan waktu lima tahun. Depo kereta cepat diperkirakan dapat mengakomodir perawatan seluruh unit kereta paling tidak 2.400 kali dalam setahun.

Selain komitmen untuk menyiapkan sarana prasarana, proyek padat karya ini telah mempekerjakan lebih dari 8.000 tenaga kerja lokal yang secara berkelanjutan dilatih melalui training peningkatan kompetensi pekerja.

Sumber Kontan , edit koranbumn

Check Also

Peruri Raih Penghargaan SNI Award 2019

Peruri berhasil meraih penghargaan SNI Award 2019 peringkat Perak yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *