Home / Berita / Lima Kementerian Bakal Garap Pengembangan Borobudur

Lima Kementerian Bakal Garap Pengembangan Borobudur

Sejumlah kementerian diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk turun gunung menggarap pengembangan Candi Borobudur.

Hal itu terungkap saat mengikuti Rapat Terbatas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas bersama Presiden dan Wakil Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, yang diperlukan untuk pengembangan Candi Borobudur adalah kejelasan konsep pengembangan.

“Maka akses ke Borobudur harus segera disiapkan. Blue print pengembangan Borobudur, RT RW, pengelola dan pemerintah daerah harus bersinergi,” kata Ganjar Selasa (16/7/2019).

Saat ini, Candi Borobudur merupakan satu dari 10 destinasi Bali Baru yang diimpikan Presiden Joko Widodo dan ditargetkan bakal mampu mengundang 20 juta wisatawan mancanegara.

Saat menghadiri Asalha Maha Puja 2563 di pelataran Candi Borobudur, Ganjar menargetkan 5 juta wisatawan datang ke Borobudur. Meski saat ini dalam setahun angka wisatawan yang datang ke Candi Borobudur sudah mencapai 2,6 juta orang, namun jumlah wisatawan mancanegara baru sekitar 250.000 orang.

“Kegiatan besar harus diselenggarakan. Harus ada dukungan infrastruktur. Perbaikan sekitar Borobudur. Termasuk dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Presiden juga pesan tiga hal, fasilitas, utilitas dan amenitas,” kata Ganjar.

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cinderamata.

“Agar orang datang tidak cuma lihat candinya saja. Tapi juga bisa menikmati kuliner, atraksi, seni budaya. Ini yang mau kita dorong. Kalau gitu-gitu saja acaranya tidak menarik. Harus jelas acara dan target wisatawannya,” katanya.

Beberapa persoalan yang telah disampaikan Ganjar tersebut, juga langsung direspons Presiden dengan memerintahkan beberapa kementerian untuk turun ke Jawa Tengah, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Terlebih Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran mencapai Rp 6,5 triliun untuk pengembangan 10 destinasi Bali Baru.

“Kalau Pak Presiden kemarin sadis, target satu tahun mesti beres,” katanya.

Rapat terbatas tersebut, selain dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, juga dihadiri empat Gubernur lainnya. Gubernur NTB Zulkifliemansyah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Gubernur NTT Viktor Laiskodat

Sejumlah kementerian diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk turun gunung menggarap pengembangan Candi Borobudur.

Hal itu terungkap saat mengikuti Rapat Terbatas Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas bersama Presiden dan Wakil Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, yang diperlukan untuk pengembangan Candi Borobudur adalah kejelasan konsep pengembangan.

“Maka akses ke Borobudur harus segera disiapkan. Blue print pengembangan Borobudur, RT RW, pengelola dan pemerintah daerah harus bersinergi,” kata Ganjar Selasa (16/7/2019).

Saat ini, Candi Borobudur merupakan satu dari 10 destinasi Bali Baru yang diimpikan Presiden Joko Widodo dan ditargetkan bakal mampu mengundang 20 juta wisatawan mancanegara.

Saat menghadiri Asalha Maha Puja 2563 di pelataran Candi Borobudur, Ganjar menargetkan 5 juta wisatawan datang ke Borobudur. Meski saat ini dalam setahun angka wisatawan yang datang ke Candi Borobudur sudah mencapai 2,6 juta orang, namun jumlah wisatawan mancanegara baru sekitar 250.000 orang.

“Kegiatan besar harus diselenggarakan. Harus ada dukungan infrastruktur. Perbaikan sekitar Borobudur. Termasuk dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Presiden juga pesan tiga hal, fasilitas, utilitas dan amenitas,” kata Ganjar.

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cinderamata.

“Agar orang datang tidak cuma lihat candinya saja. Tapi juga bisa menikmati kuliner, atraksi, seni budaya. Ini yang mau kita dorong. Kalau gitu-gitu saja acaranya tidak menarik. Harus jelas acara dan target wisatawannya,” katanya.

Beberapa persoalan yang telah disampaikan Ganjar tersebut, juga langsung direspons Presiden dengan memerintahkan beberapa kementerian untuk turun ke Jawa Tengah, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Terlebih Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran mencapai Rp 6,5 triliun untuk pengembangan 10 destinasi Bali Baru.

“Kalau Pak Presiden kemarin sadis, target satu tahun mesti beres,” katanya.

Rapat terbatas tersebut, selain dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, juga dihadiri empat Gubernur lainnya. Gubernur NTB Zulkifliemansyah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Gubernur NTT Viktor Laiskodat

Sumber Bisnis, edit koranbumn

Check Also

Digitalisasi Pembayaran, BNI Fasilitasi Hak Tanggungan Secara Online

Kini proses pengurusan Hak Tanggungan dapat dilakukan secara online. Kemudahan proses tersebut dibarengi dengan digitalisasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *