Home / Berita / Literasi PTPN 11 : Blotong

Literasi PTPN 11 : Blotong

Tebu (Saccharum officinarum L) selain menghasilkan gula sebagai produk utama juga menghasilkan hasil samping berupa limbah cair maupun limbah padat, berupa limbah dalam bentuk pucuk (top cane), seresah (trash), ampas (bagasse), blotong (filter press mud), abu ketel (boiler ash), serta tetes (molasses).

Pucuk dan seresah merupakan sisa panen tebu dan dapat digunakan sebagai pakan ternak. Sedangkan ampas dikeluarkan pada saat ekstraksi tebu, blotong dan tetes dihasilkan dari proses pemurnian gula.

Ampas digunakan sebagai bahan bakar dan akan mengeluarkan sisa dalam bentuk abu ketel. Blotong adalah kotoran nira tebu dari proses pembuatan gula. Persentase kotoran nira ini cukup tinggi yaitu 9-18% dari tebu basah, dan sangat cepat terdekomposisi menjadi kompos. Persentase blotong yang dihasilkan dari tiap hektar pertanaman tebu yaitu sekitar 4-5%.

Pemberian kompos blotong dapat meningkatkan kandungan hara dalam tanah terutama unsur N, P, dan Ca serta unsur mikro lainnya. Peranan kompos blotong pada tanah sama dengan peranan kompos atau pupuk organik lainnya dalam memperbaiki sifat-sifat kesuburan tanah.

Tetes Tebu (Molase) berupa cairan kental hasil tahap pemisahan kristalisasi gula.Tetes tebu dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh berbagai industri seperti pabrik alkohol, pabrik pakan ternak, pabrik kecap, pabrik penghasil pemanis, penyedap rasa dan merupakan juga bahan baku pembuatan produk-produk seperti MSG, Ethanol, Pelet, Kecap, Lysin dan juga Biofuel (bahan bakar alami).

Ternyata berbagai manfaat terdapat dari limbah dari pabrik gula.

Check Also

Holding Pelindo Jadi Solusi Tingkatkan Standarisasi Pelabuhan RI

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, Elvyn G Masassya menyebutkan saat ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *