Home / Berita / Literasi TWC : Misteri Patung The Unfinished Buddha

Literasi TWC : Misteri Patung The Unfinished Buddha

Candi Borobudur pastinya sudah sangat terkenal. Pasalnya, candi yang terletak di daerah Magelang, Jawa Tengah, tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan dunia. Candi ini merupakan candi Budha terbesar di dunia dan karena itu menjadi bukti sejarah kebesaran peradaban masyarakat nusantara di zaman dahulu.

Karena itu wajar jika banyak misteri Candi Borobudur yang belum terpecahkan hingga sekarang. Salah satunya adalah sebuah patung Budha yang tampilannya tidak sempurna, yang sangat berbeda dengan patung-patung yang lain.

Patung tersebut dijuluki The Unfinished Buddha. Sebagaimana julukannya, arca tersebut dinilai belum selesai, sebab bentuknya yang belum lengkap, di mana sebagian tangan patung dibiarkan tak diukir. Bahkan, penampilan patung ini juga sama sekali tidak mencerminkan ketelitian pembuatan patung-patung yang lain di Borobudur. Misalnya tangan itu berbentuk persegi dengan jari-jari yang tidak lengkap, lengan kanan yang tidak sama panjang dengan lengan kiri, ikal rambut yang belum dipahat, hingga bahu kanan lebih besar dibanding bahu bagian kiri.

Ada beberarapa pendapat ahli mengenai patung aneh tersebut. Pendapat pertama, merujuk pada arkeolog Belanda, W.F. Stutterheim. Candi Borobudur memiliki 505 patung Budha, tetapi yang terpenting adalah Bhatara Buddha. Stutterheim meyakini bahwa patung yang belum selesai tersebut adalah Bhatara Buddha. Meski demikian, patung ini masih berselimut misteri mengenai asal-usul dan mengapa ia ditinggalkan.

Pendapat kedua menyatakan bahwa patung tersebut ditemukan ketika monumen Candi Borobudur di restorasi dan ia ditemukan di dalam sebuah stupa utama yang menjadi mahkota utama Borobudur. Namun mengapa ia ditinggalkan di dalam stupa masih menjadi pertanyaan. Beberapa menyebut the unfinished Buddha di temukan di dalam stupa utama karena ditempatkan oleh Theodor van Erp.

Van Erp sendiri adalah pengawas proyek restorasi pertama Candi Borobudur pada masa Gubernur Gendral Sir Thomas Raffles pada 1814. Van Erp menemukan patung tersebut terlupakan tertimbun lumpur dan kemudian memasukkannya ke dalam stupa utama karena tidak mengerti asal-usulnya. Masalahnya, patung tersebut tidak pernah disebutkan dalam dokumen Raffles mengenai restorasi Borobudur.

Pendapat selanjutnya dari beberapa arkeolog menyebutkan bahwa patung tersebut ditinggalkan karena penampilannya tak sempurna dan cacat. Sehingga, daripada menghancurkannya, para pemahat patung Borobudur memasukkannya ke stupa untuk ditinggalkan. Ini pendapat kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB) Maris Sutopo.

Pendapat keempat meragukan bahwa The Unfinished Buddha ditempatkan di dalam stupa utama hanya untuk meninggalkannya, sebagaimana pendapat Maris Sutopo. Sebab, menurut para sejarawan, patung tersebut dibawa dari tempat lain dan tidak mungkin ditempatkan di dalam stupa karena stupa dirancang kosong. Stupa yang kosong melambangkan bentuk sempurna Sang Budha dalam konsep Sunyata atau “ketiadaan”.

Beragam pendapat para ahli tentang The Unfinished Buddha menjadi gambaran betapa banyaknya misteri yang tersimpan dibalik keanggunan Candi Borobudur. Patung The Unfinished Buddha sendiri saat ini disimpan di Museum Karmawibhangga, di kompleks Taman Wisata Candi Borobudur.

Sumber TWC, kumparan

Check Also

BSN Memberikan Apresiasi atas Komitmen Pupuk Kaltim Terapkan SNI

Sejumlah produk dan inovasi PT Pupuk Kaltim (Persero) yang berbasis teknologi dipamerkan dalam rangkaian peringatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *