Home / Berita / Monumen Lokomotif D 301 59 dan Dancing Fountain Percantik Revitalisasi Kota Lama Semarang

Monumen Lokomotif D 301 59 dan Dancing Fountain Percantik Revitalisasi Kota Lama Semarang

Wujud nyata PT Kereta Api Indonesia (Persero) ikut serta dan bersinergi dalam revitalisasi wilayah Kota Lama Semarang, Rabu (26/3) bertempat di Polder Stasiun Semarang Tawang, PT KAI (Persero) bersama Pemerintah Kota Semarang meresmikan Monumen Lokomotif D 301 59 yang dihiasi dengan Dancing Fountain. Perlu diketahui, Polder Stasiun Semarang Tawang merupakan tanah milik PT KAI (Persero) yang diperuntukan sebagai polder resapan air untuk mengurangi banjir di wilayah Kota Lama Semarang. Masih dengan fungsi yang sama, untuk mempercantik wilayah Polder Stasiun Semarang Tawang, PT KAI (Persero) mempersembahkan sebuah monument lokomotif untuk melengkapi tampilan kota lama yang lebih eksklusif, mengingat Pemerintah Kota Semarang saat ini masih fokus pada revitalisasi kota lama.

Pembangunan monumen, dilatarbelakangi sebagai wujud untuk mengenang beroperasinya lokomotif seri D 301 59 di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia mulai tahun 1962. Pada tahun 1962-1963, sebanyak 80 lokomotif didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman oleh DKA (Djawatan Kereta Api) untuk melayani kereta api penumpang maupun kereta api barang di wilayah pulau Jawa. Lokomotif yang dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam dengan di topang mesin diesel berdaya 340 HP ini, beberapa unit masih beroperasi untuk keperluan dinas langsir di stasiun-stasiun besar di pulau jawa dan kereta api wisata di Museum KA Ambarawa.

Lokomotif yang kini digunakan sebagai monumen, telah beroperasi kurang lebih selama 52 tahun di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia. Tercatat pada bulan April tahun 2014 lalu, lokomotif ini dinyatakan sudah tidak siap operasi dan mangkrak di emplasemen Depo Lokomotif Semarang Poncol. Melihat hal tersebut, PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang berinisiatif untuk menjadikannya monumen di area kota lama yang juga menjadi salah satu ikon di Kota Semarang lengkap dengan hiasan Dancing Fountain.

Acara peresmian monumen lokomotif ini, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro bersama Wakil Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga sebagai Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L).

Masih di lokasi yang sama sebagai perwujudan peningkatan kualitas pelayanan dan  kepedulian KAI pada kebutuhan penumpang di Stasiun Tawang, kini telah disediakan air minum gratis di peron Stasiun Tawang. Air minum gratis di Stasiun Tawang ini berasal dari sumber air tanah yang diolah menggunakan sistem Refresh Osmosis (RO) melalui 4x penyaringan.

“Sistem penyaringan yang dilengkapi dengan UV untuk mensterilkan dari bakteri yang tidak dibutuhkan untuk tubuh manusia dan telah lolos uji di laboratorium,” terang Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro. Menurutnya, kapasitas alat ini mampu menghasilkan 1500 liter air setiap harinya dan diperuntukkan untuk pengguna jasa Kereta Api. Untuk itu, air minum gratis ini dapat dimanfaatkan oleh penumpang yang ada di stasiun tawang.

“Dengan adanya air minum gratis dengan kapasitas 1500 liter diharapkan mampu memudahkan penumpang yang ada di stasiun tawang,” tandasnya. Hal tersebut merupakan salah satu wujud pelayanan prima KAI kepada seluruh pelanggan pengguna jasa kereta api. (Humas Daop 4 Semarang)

Check Also

Menteri Rini M Soemarno Apresiasi Perkembangan Proyek yang Dikerjakan Krakatau Steel

Kunjungan Menteri BUMN Rini M. Soemarno kemarin masih membekas kepada insan Krakatau Steel. Menteri Rini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *