Home / Berita / Nota Kesepahaman antara Perum Perhutani,WIKA Bangunan Gedung dan Patra Jasa, Pengembangan dan Penataan Wana Wisata Pulau Merah Banyuwangi

Nota Kesepahaman antara Perum Perhutani,WIKA Bangunan Gedung dan Patra Jasa, Pengembangan dan Penataan Wana Wisata Pulau Merah Banyuwangi

Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna bersama Direktur Human Capital Investasi dan Pengembangan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Nur Al Fata dan PJ Direktur Utama PT Patra Jasa, Hari Tjahya Wibowo melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perum Perhutani, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung dan PT Patra Jasa tentang rencana pengembangan dan penataan wana wisata Pulau Merah yang berada di Banyuwangi Jawa Timur, Selasa (12/02).

Penandatanganan Nota Kesapahaman dilaksanakan di Kantor Pusat Perum Perhutani, Gedung Manggala Wanabakti Blok VII lantai 10, Jl. Gatot Subroto, Senayan – Jakarta, dan di saksikan oleh segenap perwakilan dari 3 BUMN tersebut.

Dalam sambutannya Dirut Perhutani Denaldy menyampaikan bahwa rencana pengembangan Wana Wisata Pulau Merah ini sangat di dukung oleh Kementerian BUMN dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Dengan sinergi BUMN upaya mendorong pembangunan daerah, seperti halnya pada kerjasama rencana pengembangan dan penataan Wana Wisata Pulau Merah ini akan lebih baik”, jelas Denaldy.

“Pengembangan dan penataan Wana Wisata Pulau Merah meliputi pembangunan restoran (beach bar), penginapan (vila modular) dan penataan PKL, serta sarana pendukung lainnya”, tutupnya.

Sebagai informasi tambahan pantai pulau merah merupakan salah satu destinasi nasional yang cukup terkenal di daerah banyuwangi dengan beberapa atraksi yang disajikan, diantaranya snorkling, berselancar, menikmati pemandanagan pantai, berkeliling di bukit pasir merah, wisata religi (mengunjungi pura tawang alun) dan wisata kuliner, dengan dilengkapi beragam fasilitas berupa toilet, area parkir, mushola, dan tempat berjemur.

Untuk menuju pantai pulau merah dapat ditempuh melalaui perjalanan darat menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi dengan jarak sekitar 60 kilometer dari pusat kabupaten Banyuwangi, dengan tersedianya bandara dan stasiun bahkan pelabuhan di Banyuwangi lebih mempermudah akses dari luar kota.

Check Also

Holding Pelindo Jadi Solusi Tingkatkan Standarisasi Pelabuhan RI

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, Elvyn G Masassya menyebutkan saat ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *