Home / Berita / Obligasi BUMN Konstruksi (2) : Obligasi Jasa Marga Terkini, Rating AA dan Ada yang Jatuh Tempo Rp1 Triliun pada September 2019

Obligasi BUMN Konstruksi (2) : Obligasi Jasa Marga Terkini, Rating AA dan Ada yang Jatuh Tempo Rp1 Triliun pada September 2019

Pefindo Berikan Rating AA Jasa Marga

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan rating AA terhadap PT Jasa Marga (Persero) Tbk. atau JSMR dan juga surat utang yang diterbitkan perseroan.

Corporate Secretary Jasa Marga M. Agus Setiawan menyampaikan, Pefindo memberikan rating idAA (double A) dengan outlook stabil terhadap perseroan. Rating ini berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 1 Juli 2020.

Selain itu, Pefindo menetapkan rating idAA untuk dua surat utang JSMR. Pertama, Obligasi XIV Seri JM-10 Tahun 2010, yang berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 1 Juni 2020.

Kedua, Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri T Tahun 2014, yang berlaku untuk periode 14 Juni 2019 sampai dengan 19 September 2019.

JSMR merupakan salah satu BUMN yang gencar mencari alternatif pendanaan, termasuk obligasi. Sebelumnya, Agus mengatakan perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp27 triliun pada 2019.

Manajemen JSMR memproyeksikan akan mengoperasikan empat jalan tol baru dan menambah konsesi sekitar 250 kilometer (km) tahun ini. Pada 2018, total konsesi yang dimiliki JSMR sepanjang 1.527 km. Panjang ruas yang telah dioperasikan 1.000 km tahun lalu.

Obligasi Jatuh Tempo Senilai Rp1 Triliun pada September 2019

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memiliki obligasi yang akan jatuh tempo senilai Rp1 triliun pada September 2019.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perseroan tol milik negara itu memiliki Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap II Tahun 2014 Seri T yang akan jatuh tempo pada 19 September 2019. Surat utang itu dicatatkan perseroan pada 22 September 2014.

Adapun, jumlah pokok dari obligasi tersebut senilai Rp1 triliun. Tenor yang dimiliki selama 5 tahun dengan tingkat kupon 9,85%.

Mohamad Agus Setiawan, Corporate Secretary Jasa Marga membenarkan obligasi itu akan jatuh tempo pada September 2019. Kendati demikian, emiten bersandi JSMR itu belum menentukan pelunasan. “Karena bergantung kondisimarket,” ujarnya, Senin (1/7/2019).

Agus menjelaskan bahwa sampai saat ini perseroan memiliki standby loan dari bank yang lebih dari cukup. Fasilitas itu menurutnya untuk segala kebutuhan cash flow diinduk sebelum menerbitkan produk di pasar modal seperti obligasi, sukuk, ataupun sekuritisasi.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2019, JSMR mengantongi pendapatan Rp7,63 triliun. Realisasi itu turun 20,76% dari Rp9,63 triliun pada kuartal I/2018.

Perseroan tol milik negara itu membukukan pendapatan tol dan usaha lainnya senilai Rp2,51 triliun pada kuartal I/2019. Adapun, pendapatan konstruksi yang dikantongi senilai Rp5,11 triliun sepanjang Januari 2019—Maret 2019.

Dengan demikian, JSMR mencetak laba bersih Rp584,83 miliar pada kuartal I/2019. Pencapaian tersebut naik 0,32% dari Rp582,98 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sumber Bisnis, edit koranbumn

 

 

Check Also

Teladani Rasulullah, Pupuk Kujang Santuni 200 Anak Yatim

Teladani Rasulullah, PT Pupuk Kujang santuni 200 anak yatim sekitar perusahaan dalam memperingati Maulid Nabi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *