PT PAL Indonesia (Persero) dan galangan kapal Italia, Fincantieri S.p.A., menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai kerangka kerja sama dalam rencana refurbishment dan modernisasi KRI Sriwijaya, pada Kamis [24/09] di Jakarta. Kapal induk eks-Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, tersebut kini resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut.
Penandatanganan dilakukan di Jakarta oleh Kaharuddin Djenod, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) dan Mauro Manzini, Vice President Sales Fincantieri Naval Vessels Division. Melalui MoU ini, kedua perusahaan akan bersama-sama menentukan lingkup pekerjaan dan pembagian tanggung jawab program modernisasi dengan memadukan keahlian masing-masing.
Kolaborasi ini diarahkan untuk menyesuaikan kemampuan kapal dengan kebutuhan operasional TNI AL agar efektif dalam berbagai misi, mulai dari pertahanan dan keamanan maritim hingga bantuan kemanusiaan dan tanggap darurat. Di saat yang sama, pekerjaan ini menjadi peluang bagi industri pertahanan dalam negeri untuk meningkatkan kemampuan menangani kapal perang berukuran besar dengan teknologi kompleks.
“Modernisasi kapal menuntut pemahaman yang utuh terhadap kondisi aktual platform, karakteristik sistem yang sudah terpasang, serta kebutuhan operasional pengguna. Karena itu, prosesnya harus dimulai dari assessment yang komprehensif,” ujar Kaharuddin.
Kondisi kapal perlu dipetakan secara menyeluruh sebelum lingkup refurbishment dan modernisasi ditetapkan. Pemetaan dilakukan melalui inspection dan condition assessment untuk mengetahui kondisi platform, sistem terpasang, potensi obsolescence, serta kebutuhan integrasi dengan sistem TNI AL. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan tahapan kerja, mulai dari engineering, refurbishment, modernisasi dan integrasi sistem, hingga testing and commissioning.
PT PAL membawa pengalaman dalam pembangunan, perbaikan, maintenance, repair and overhaul (MRO), serta modernisasi kapal, yang meliputi platform, sistem propulsi, kelistrikan, navigasi, komunikasi, sensor, hingga integrasi sistem. Adapun Fincantieri, sebagai perancang dan pembangun asli Giuseppe Garibaldi, membawa pengetahuan mendalam tentang platform kapal.
CEO dan Managing Director Fincantieri, Pierroberto Folgiero, menilai kesepakatan ini mencerminkan eratnya hubungan Italia dan Indonesia di bidang angkatan laut dan pertahanan.
“Kesepakatan hari ini mencerminkan hubungan yang kuat dan terus tumbuh antara Italia dan Indonesia di sektor angkatan laut dan pertahanan. Giuseppe Garibaldi merupakan kapal yang berperan penting dalam sejarah Angkatan Laut Italia, menjadi simbol nyata kepercayaan dan ambisi bersama yang mempersatukan kedua negara. Bersama PT PAL dan ekosistem industri yang lebih luas di kedua negara, kami siap mengembangkan berbagai inisiatif yang menghasilkan nilai jangka panjang, mendukung Angkatan Laut Indonesia, dan semakin memperkuat kemitraan strategis antara kedua bangsa,” ujar Folgiero.
Dampak ekonomi dan teknologi dari modernisasi satu kapal dapat merambat jauh. Program ini bukan sekadar soal kapal, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa: menumbuhkan kapabilitas, pengetahuan, lapangan kerja, dan ekosistem industri. Menurut Kaharuddin, penguasaan teknologi pertahanan tidak hanya diperlukan untuk mendukung kesiapan alutsista, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan dan diplomasi pertahanan Indonesia.
“Semakin kuat penguasaan teknologi pertahanan, semakin besar kemampuan kita untuk menjaga kedaulatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pertahanan di kawasan,” pungkas Kaharuddin.
Sumber PAL Indonesia





























