PT PAL Indonesia (Persero) menandai dimulainya pembangunan Kapal Pengawasan dan Pelayanan Pulau dengan jenis Pinisi untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui prosesi Keel Laying di fasilitas produksi PT PAL Indonesia. Prosesi ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penurunan Blok Kapal ke JIG, sebagai milestone penting dalam tahapan konstruksi kapal.
Kapal sepanjang 52 meter tersebut dirancang dengan mengadopsi karakteristik Pinisi sebagai identitas maritim Sulawesi Selatan, yang dipadukan dengan teknologi dan fungsi modern untuk mendukung konektivitas antarpulau, distribusi logistik, pengawasan wilayah, serta pelayanan publik di kawasan kepulauan.
Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa Keel Laying menjadi bukti berjalannya komitmen industri dalam menghadirkan kapal yang menjawab kebutuhan daerah sekaligus memperkuat kemampuan galangan nasional. “Keel Laying ini menjadi milestone penting dimulainya pembangunan Kapal Pinisi Serbaguna yang memadukan karakter maritim Sulawesi Selatan dengan teknologi dan fungsi modern. Proyek ini tidak hanya menjawab kebutuhan daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengonsolidasikan kekuatan industri maritim nasional melalui kolaborasi galangan dan industri komponen dalam negeri,” ujar Djenod.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada PT PAL Indonesia atas pembangunan kapal yang mengangkat kearifan lokal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan, “Pembangunan Kapal Pinisi Serbaguna ini menjadi langkah penting dalam melestarikan kearifan lokal sekaligus meningkatkan pelayanan masyarakat kepulauan. Kami berharap kapal ini memenuhi standar kualitas dan klasifikasi BKI serta mampu mendukung konektivitas antarpulau, distribusi air dan bahan bakar, serta transportasi masyarakat secara aman dan nyaman,” ujar Andi Sudirman Sulaiman.
Pembangunan kapal pinisi oleh PT PAL Indonesia untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merupakan wujud sinergi dalam melestarikan warisan budaya maritim Nusantara melalui dukungan teknologi dan standar pembangunan kapal modern. Proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kapal yang merepresentasikan identitas serta kejayaan maritim Sulawesi Selatan, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber PAL Indonesia





























