PT PAL Indonesia menggelar Rapat Penguatan Manajemen Risiko dan Tata Kelola sebagai langkah strategis, dalam memperkuat fondasi organisasi dalam mengemban amanah konsolidasi industri perkapalan Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM, Pramusti Indrascaryo serta Komisaris Independen Cut Meutia Adrina.
Dalam arahannya, Pramusti Indrascaryo menegaskan bahwa kesiapan sistem internal menjadi faktor kunci dalam mendukung peran PT PAL dalam mengemban amanah konsolidasi industri perkapalan Indonesia. Menurutnya, penguatan manajemen risiko tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.
“Peran Risk Officer menjadi sangat strategis dalam memantau serta melakukan mitigasi risiko secara proaktif di seluruh lini organisasi. Ini merupakan garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan,” jelas Pramusti.
Ia juga menekankan bahwa seluruh program kerja perusahaan harus selaras dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG), guna memastikan keseimbangan antara pencapaian kinerja bisnis dan kepatuhan terhadap tata kelola yang baik. Selain itu, peningkatan kompetensi SDM, termasuk kemampuan multi bahasa, dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika industri global.
Sejalan dengan hal tersebut, Cut Meutia menggarisbawahi bahwa implementasi manajemen risiko harus dilakukan secara terintegrasi. Hal ini menjadi krusial, terutama dalam konteks PT PAL Indonesia mengemban amanah konsolidasi industri perkapalan Indonesia yang tengah berlangsung.
“Mitigasi dan penerapan manajemen risiko harus berjalan selaras dengan tujuan besar perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri maritim nasional. Pemahaman dan implementasi tata kelola harus terus diperkuat secara menyeluruh di setiap lini organisasi,” ujar Cut Meutia.
Melalui kegiatan ini, PT PAL Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem manajemen risiko dan tata kelola perusahaan sebagai fondasi utama dalam mendukung transformasi bisnis, memperluas peran strategis di tingkat nasional, serta meningkatkan kepercayaan stakeholder di tengah tantangan industri global yang semakin kompleks.












