Home / Berita / Pegadaian Lakukan Transformasi ke Fintech Pada Awal Semester II Tahun Ini

Pegadaian Lakukan Transformasi ke Fintech Pada Awal Semester II Tahun Ini

PT Pegadaian melakukan transformasi untuk menghadapi persaingan di dunia digital, khususnya perkembangan industri fintech yang semakin pesat. Maka untuk bertahan, perusahaan gadai ini melakukan kolaborasi dan mengembangkan layanan berbasis fintech lending.

Tahun ini Pegadaian akan berkolaborasi dengan beberapa fintech lending baik di segmen konsumer maupun produktif. Melalui kerjasama ini Pegadaian berperan sebagai lender, yakni perusahaan yang memberikan pinjaman kepada debitur di platform fintech.

“Targetnya mulai semester 2 ini udah jalan. Kita sedang mengembangkan kolaborasi dengan fintech, untuk perluasan produk dan channel penjualan pegadaian, untuk gadai kita kerjasama untuk gadai online sehingga nasabah tidak perlu datang ke outlet Pegadaian tapi urusan gadai bisa onlinesecure delivery oleh ojek online,” ujar Direktur Teknologi Informasi Digital Pegadaian Teguh Wahyono, .

“Untuk produk loan, kita juga kerjasama dengan beberapa fintech untuk penyaluran pinjaman,” tambahnya.

Teguh menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 1 triliun di fintech tersebut. Ia mengharapkan kolaborasi tersebut bisa meningkatkan bisnis pembiayaan sebesar 5%-6% di tahun ini.

Selain itu, untuk saat ini sudah kerjasama dengan Tokopedia untuk penjualan tabungan emas, dan sudah sekitar 400 ribu nasabah baru.

Menurutnya, Pegadaian perlu melakukan transformasi untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan fintech. Teguh menegaskan jika Pegadaian tidak melakukan perubahan maka akan ditinggalkan nasabahnya.

“Singkatnya, tren pertumbuhan dan nominal bisnis e-commerce dan fintech sangat besar dan ke depan merupakan disruption bagi korporasi seperti Pegadaian, sehingga kami melihat kolaborasi dengan fintech menjadi sangat positif dampaknya bagi pegadaian. Selain kolaborasi, jangka panjang pegadaian juga harus mengadopsi bisnis model dan kelebihan fintech.” katanya.

Hingga saat ini Pegadaian masih menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memuluskan kerjasama tersebut. Layanan fintech Pegadaian ini khusus menyasar nasabah dari semua kalangan. Hal ini sejalan dengan upaya perseroan untuk menciptakan inovasi baru dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Targetnya, untuk tabungan emas semua segmen low-high, karena sifatnya investasi. Untuk lending, targetnya UMKM dengan pinjaman sampai dengan Rp 300 juta. untuk konsumer sasaran urban millenial dengan pinjaman sampai Rp 20 juta. Ini baru rstimasi awal, nanti kita lihat pasar seperti apa, kita akan mengikuti,” katanya.

Sumber Kontan, edit koranbumn

Check Also

Jalan Tol Manado-Bitung Ditargetkan Siap Beroperasi Penuh Pertengahan Tahun Depan

Pekerjaan fisik (konstruksi) seluruh seksi pada Jalan Tol Manado-Bitung sampai akhir Juni 2019 telah mencapai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *